Singkat cerita, hampir semua masyarakat Raccon city sudah tercemar
T-Virus,dengan sigap Umbrella pun langsung melancarkan First Operation
nya. Untuk cerita yang lebih lanjut, baca artikel di bawah ini,
Check This out………………..
Tepat sore hari, unit UBCS mulai diturunkan diseluruh Raccoon City
dengan menggunakan helikopter. 120 member yang berpartisipasi dalam
operasi tersebut dibagi dalam 4 Platoon, masing-masing Platoon nantinya
memiliki tugas yang berbeda-beda dalam setiap satuan operasi,
diantaranya sebagai berikut :
Memonitor seluruh combat data yang didapat dari setiap aktivitas BOW yang berada di Raccon City.
Mengevakuasi para Staff dan Researcher Umbrella sesuai ketentuan instruksi.
Memusnahkan barang bukti, file serta laporan yang berhubungan dengan
Umbrella Corporation jika data-data tersebut tidak berhasil diamankan.
Setiap unit UBCS dilengkapi dengan berbagai macam combat equipment
sampai peralatan senjata berat untuk mendukung setiap operasi yang akan
dilaksanakan. Dimulai dari persenjataan standard seperti M4A1, smg MP5,
shotgun M3, PSG-1 hingga senjata anti tank peluncur roket AT4 dan granat
MK3A2. Tak ketinggalan juga kendaraan lapangan HUMVEE yang sudah
dilengkapi dengan senapan mesin kaliber 50.
2 jam setelah pendaratan, nampaknya unit-unit UBCS tidak begitu siap
melawan kepungan zombie-zombie yang memenuhi kota, walau dengan
menggunakan persenjataan lengkap banyak dari mereka malah jadi
bulan-bulanan zombie, unit-unit yang ditugaskan untuk menetralisir kota
tidak sanggup menekan secara represif, akhirnya dalam hitungan jam saja
unit-unit UBCS langsung berjatuhan.
Dilain pihak squad-leader Platoon Delta Nicholai Ginovaef yang
ditugaskan untuk memonitor aktivitas BOW yang berkeliaran di Raccon City
(Operation Watchdog) mulai mengalami hambatan, unit-unitnya banyak yang
tewas saat melakukan operasi, yang tersisa hanya tinggal Carlos
Oliveira dan Leutenant Mikhail Victor.
Platoon Charlie dan Bravo mulai sibuk dengan war-survival, unitnya mulai
terpecah-pecah saat terjebak dalam situasi sulit. Beberapa anggota
Platoon Bravo dibawah kepemimpinan Tyrell Patrick mulai tunggang
langgang demi menyelamatkan diri-sendiri.
Murphy Seeker salah satu dari Platoon Alpha terus berjuang menghabisi
satu demi satu zombie yang berkeliaran dijalan, namun pertempuran
bukanlah hal yang mudah jika dilakukan sendiri, alih-alih terdesak
dengan berbagai macam makhluk yang mengincarnya, ia pun mencoba kabur
menuju Raccoon Press Office sembari bertahan disana.
Diluar dugaan semua unit UBCS yang beroperasi mulai berkurang drastis,
Yang tersisa tinggal Platoon Delta reserve squad yang nantinya
ditugaskan untuk merebut sample darah Thanatos (Operation Emperor
Mushroom) dan sebagian Charlie Platoon yang masih terjebak dalam
pertempuran melawan zombie. Walau secara umum konsolidasi pasukan sudah
tidak bisa dilakukan karena terputusnya kontak dengan pihak monitor
(squad-leader), toh akhirnya setiap member harus bisa berjuang
sendiri-sendiri demi menyelamatkan nyawanya masing-masing, bahkan mereka
memanfaatkan situasi pengalihan penduduk sipil jika keadaan semakin
memburuk, layaknya game survival di hutan belantara yang menggunakan apa
saja serta dengan cara apa saja untuk terus bisa bertahan hidup.
RACCOON CITY INCIDENT - Desperation Moment
27 September, David Ford seorang anggota kepolisian RPD yang semakin
mengalami tekanan mental terus menerus, mengungkapkan kondisi terakhir
yang terjadi di RPD station dalam suatu surat. Chief Brian yang
memberikan keputusan final agar seluruh anggota RPD untuk mempertahankan
Raccon City membuat David dan rekan-rekannya mulai kehilangan harapan.
12 orang yang bertahan di kepolisian tewas saat sekumpulan zombie
berhasil menembus barikade gedung, ditambah lagi kehadiran makhluk yang
tidak dikenal sempat berkeliaran didalam ruangan kepolisian. David dan
rekan-rekannya yang sempat melihat monster itu memanggilnya dengan
sebutan “Licker”. Walau sempat takut dengan kehadirannya, para officers
mau tak mau harus bertahan, mereka-pun harus siap berhadapan dengan
monster tersebut.
Di lain tempat 2 orang UBCS yang terkatung-katung dijalanan Raccoon City
mulai kehilangan harapan. Campbell beserta rekannya berniat untuk
menuju St. Michael Clock Tower untuk menunggu evakuasi, namun jalan
menuju tempat tersebut tidaklah mudah, mereka harus berjuang untuk lolos
dari berbagai kepungan zombie dan makhluk-makhluk berbahaya lainnya.
Dengan cara apapun harus mereka lakukan demi keselamatan diri mereka
sendiri, seperti merampas persenjataan anggota UBCS yang terluka,
menggunakan penduduk sipil sebagai umpan atau pengalihan, meninggalkan
rekan yang tidak dapat diselamatkan, bahkan sampai memanfaatkan situasi
sulit dengan mengorbankan pihak-pihak tertentu.
Dengan kondisi fisik yang mulai melemah serta persenjataan yang minim
Campbell beserta rekannya berhasil sampai di gerbang area St. Michael
Clock Tower, ditengah perjalanan, mereka sempat melihat seorang gadis
yang selamat muncul didalam gedung. Gadis itu merupakan survivor
terakhir disaat seluruh pengungsi yang berada dalam gedung Clock Tower
tewas karena kecelakaan.
28 September
28 September, Raccoon City sudah diambang kehancuran, semua personel
keamanan yang ditugaskan untuk menyelamatkan kota sudah tidak bisa
diharapkan lagi, Raccoon General Hospital serta Raccoon Police
Departement yang sempat berusaha mati-matian menjalankan tugasnya
masing-masing kini sudah tidak lagi aktif. Jill yang sadar betul akan
situasi tersebut akhirnya berniat untuk meninggalkan Raccoon City
sebelum semuanya terlambat. Tanggal 28 September merupakan titik klimaks
yang akan mengawali the final operation XX yang diperintahkan oleh
Presiden Amerika Serikat pada tanggal 1 Oktober nantinya.
Dilain pihak Umbrella yang saat itu juga mulai gencar dengan final
solution-nya setelah kedua tim sebelumnya gagal menjalankan tugas,
berusaha memprioritaskan untuk menjaga kerahasiaan seluruh aset
penelitian dan menutup semua informasi yang menimpa Raccoon City. Mereka
tidak ingin tragedi Raccoon City nantinya merusak seluruh reputasi
perusahaan, alhasil setelah melakukan rapat para petinggi, Spencer
segera merintahkan seluruh unit yang bertanggung jawab untuk
melaksanakan tugas extermination terhadap semua hal yang berhubungan
dengan insiden Arklay region dan Raccoon City.
Unit-unit pemusnah seperti BOW Tyrant T-103 dan Tyrant T-02 (Nemesis)
mulai disiapkan untuk nantinya diterjunkan dalam misi pembersihan
terakhir. Tidak hanya itu saja, Umbrella juga mempersiapkan unit lain
yang sudah ditraining secara khusus, mereka adalah anggota USS baru yang
juga diterjunkan bersamaan dengan kedua unit pemusnah lainnya.
Pihak pemerintah nampaknya juga tidak ingin ketinggalan moment penting
tersebut, usai setelah melakukan pertemuan dengan direktorat agen
pemerintah serta FBI, Presiden segera memutuskan untuk membentuk tim
investigasi guna mencari informasi serta barang bukti yang melibatkan
Umbrella Corporation. Kemungkinan 2 hari sebelumnya pemerintah
mendapatkan bocoran informasi mengenai G-virus serta deskripsi file
tentang BOW dari salah satu anggota STARS Alpha Team.
US Special OPS akhirnya dibentuk menjelang kehancuran Raccoon City,
mereka secara serentak ditugaskan pada tanggal 28-29 September bersamaan
dengan unit-unit khusus Umbrella yang juga saat itu diterjunkan untuk
menjalankan extermination.
BOW Tyrant (Nemesis) dikirim langsung menuju Raccoon City pada hari itu
juga, monster ini bertugas untuk membasmi seluruh anggota STARS yang
pernah terlibat insiden Arklay regions. Nemesis merupakan prototype BOW
yang sangat sempurna, ia memiliki tingkat intelegensia yang tinggi,
kecepatan serta kekuatan yang melampaui BOW lainnya. Monster ini juga
patuh pada program, protokol yang dijalankan selalu sesuai dengan apa
yang diperintahkan oleh Umbrella, Nemesis juga dapat menggunakan
berbagai macam senjata berat (salah satunya rocket launcher) serta
mempunyai daya resistansi yang hampir menyamai Lisa Trevor. Tak
dipungkiri jika Nemesis merupakan monster pemburu nomor 1 di Resident
Evil.
Korban pertamanya adalah Brad Vicker salah satu mantan anggota STARS,
Brad yang saat itu memang sedang terjebak dalam situasi kota, berusaha
untuk bersembunyi dari kejaran Nemesis, ia sempat tunggang-langgang di
sekitar area RPD station gara-gara tak kunjung menemui jalan keluar.
Kemungkina Brad sebelumnya merupakan salah satu anggota yang sempat
bertahan di RPD station, namun setelah zombie-zombie dan makhluk lainnya
berhasil menerobos barikade yang dibuat para officer, Brad memutuskan
untuk kabur dari tempat tersebut. Sikapnya yang selalu kabur dari setiap
masalah untuk saat ini memang berhasil, ia beberapa kali sempat lolos
dari kejaran Nemesis ataupun kepungan para zombie-zombie yang
berkeliaran. Namun ternyata keajaiban dewi fortuna tidak selalu
mengikutinya, diakhir hidupnya, ia-pun mau tak mau harus mati ditangan
Nemesis.........Continued