cerita singkat resident evil

Cerita berawali ketika seorang lelaki bernama Spence (Purefoy) memasukkan virus-T kedalam kotak, dan membawanya keluar. Salah satu dari virus tersebut sengaja ia pecahkan wadahnya dan akhirnya menginfeksi seisi The Hive. Spence kabur dan menyelamatkan diri.
Di lain tempat, Alice (Jovovich) sadar dari tidurnya di kamar mandi. Saat sadar, ia lupa pada semuanya (terkena amnesia). Ia lalu berpakaian dan melihat sebuah foto bahwa ia telah menikah. Lalu di jarinya ia melihat cincin pernikahan dengan tulisan “dibuat oleh Umbrella Corporation.”
Tak lama berselang, Alice ditangkap oleh Matt Addison (Mabius) yang mengaku sebagai seorang polisi. Lalu datang pula pasukan Umbrella Corporation dan menangkap mereka berdua. Lalu mereka digiring masuk kedalam sebuah kereta api. Pasukan tersebut menemukan Spence yang tengah pingsan di sisi kereta api. Kereta api tersebut berjalan hingga pintu masuk The Hive.
Dalam The Hive, tugas pasukan Umbrella tersebut adalah melumpuhkan sistem komputer mereka yang dikenal dengan nama Red Queen. Namun Red Queen malah membunuh semua anggota pasukan Umbrella kecuali Rain Ocampo (Rodriguez) dan Kaplan (Crewes).
Rain kemudian digigit oleh zombie. Dan gigitannya tersebut menimbukan infeksi yang bisa menyebabkan mutasi tubuh menjadi zombie. Mereka yang tersisa lalu menyisiri The Hive. Alice dan Matt kemudian berbicara, dan saat itu Matt mengaku bahwa dirinya bukanlah polisi, ia mencoba masuk The Hive karena ingin mengetahui adiknya yang bekerja di sana.
Alice juga mengaku bahwa ia adalah penghubung dari adik Matt tersebut. Namun Alice tidak bisa berkomentar banyak karena ia masih terserang amnesia.
Lalu semua anggota yang tersisa mencoba keluar dari The Hive. Kaplan memutuskan untuk memotong sirkuit Red Queen agar ia bisa dimatikan secara permanen. Red Queen mencoba menolong semua anggota tim. Sementara itu, Spence secara mendadak tersadar dari amnesianya, dan mengingat semua kejadian yang menimpa dirinya. Ia lalu mengarahkan pistol dan kabur meninggalkan Matt, Alice, dan Rain. Sementara Kaplan terjebak di sebuah ruangan sebelum akhirnya bisa bebas. Rain, yang telah tergigit, mulai menampakkan bahwa dirinya akan berubah menjadi zombie. Matt dan Alice mencoba keluar dan mencari pintu ke kereta api. Saat itulah mereka berdua bertemu Kaplan.
Dilain tempat, tepatnya di sisi kereta api, Spence mencoba menyelamatkan diri dengan menyuntikan antivirus. Ia tidak sadar bahwa sebuah Licker (Licker adalah mutan hasil penyuntikan virus-T kepada tubuh orang yang sehat) mendekati dirinya. Akhirnya Spence tewas dibunuh oleh Licker.
Alice bersama Matt yang sudah menemukan jalan menuju kereta langsung membawa Rain dan Kaplan beserta antivirus dan virus-T masuk kedalam kereta dan menjalankan kereta tersebut. Di tengah jalan, tiba-tiba Licker menyerang dan membunuh Kaplan serta mencakar Matt. Sementara Rain juga telah berubah menjadi zombie. Alice akhirnya menembak mati Rain, sementara Licker dibunuh dengan cara menggoreskan tubuhnya pada rel kereta api.
Kini tinggal tersisa dua yakni Matt dan Alice. Dan mereka selamat tiba di permukaan. Matt mulai menampakkan gejala bahwa dirinya akan berubah menjadi mutan akibat cakaran Licker. Saat itulah, beberapa ilmuwan Umbrella datang dan menangkap mereka berdua. Salah satu pimpinannya melihat Matt dan berkata, "Aku ingin agar dia masuk dalam program nemesis." Sementara Alice dijadikan kelinci percobaan untuk program virus-T.

Raccon City Incident "Leon and Jill" part 5

Tapi perjalanan masih belum selesai, kini giliran rekan seperjalanannya yang mengalami hambatan, disaat Claire dan Sherry sedang melewati area storage room, tiba-tiba William Birkin langsung merangsek masuk dengan menjebol dinding ruangan. Kini Claire harus berhadapan dalam pertarungan terakhirnya melawan monster G-William yang sudah bermutasi pada tingkat 4. Claire yang sudah mempersiapkan ini sebelumnya sekarang tinggal menyelesaikan duel satu lawan satu dengan William.

Duel-pun dimulai, Claire yang memanfaatkan sisi terluar area kembali melakukan tembakan penetrasi dari jarak yang aman, sedangkan William yang terus bergerak mengejar Claire hanya bisa berputar-putar saja sambil sesekali ia melakukan serangan kejutan. Grenade Launcher Claire nampaknya sangat efektif dalam meredam serangan tiba-tiba William, sesaat ia langsung terhambat pergerakannya. William yang terus-menerus memburu Claire mencoba melakukan beberapa tekanan, dalam jarak dekat saja quad-talons milik William bisa menjadi senjata super mematikan, serangannya sanggup menghancurkan tembok atau merobek dinding besi sekalipun, bahkan jika Claire terkena serangannya pastilah ia bakal tewas seketika itu juga. Teknik seperti swing, quad-strike, crush, impale, grab-and-stab merupakan style-style andalan setiap serangan Tyrant pada umumnya, namun porsi peningkatan kekuatan yang dimiliki G-mutation, bahkan mampu jauh melebihi sekaliber T-02 Nemesis. Claire yang memiliki bakat menembak dengan akurat akhirnya berhasil melumpuhkan William setelah menembak organ vitalnya berkali-kali dalam pertarungan, Claire sendiri saat itu hanya mengalami luka ringan dan beberapa cedera di bagian tubuhnya.

Namun pertarungan masih belum selesai, William yang bertransformasi tubuhnya ke tingkat 5 kini siap beraksi kembali. Wujud William kali ini sudah berbeda dengan mutasi-mutasi sebelumnya, tubuhnya sudah berubah secara signifikan, serangan yang tadinya bertumpu pada kekuatan sekarang berubah dengan mengandalkan kecepatan layaknya hewan-hewan pemburu. Alhasil Claire yang terkejut dengan perubahan William kini harus mencari cara lain untuk mengalahkannya.

Pertarungan fase kedua kembali terjadi, William yang mempunyai pergerakan lebih cepat dari sebelumnya kini semakin beringas menyerang targetnya, Claire yang sempat berkali-kali menghindar dari kejarannya terus tertekan sampai tak ada celah lagi untuk melakukan serangan balik, bahkan hampir seluruh ruangan lab ikut porak-poranda akibat amukan monster tersebut. Claire yang terus tersudut mencoba mencari tempat aman untuk menjaga jarak dengan William, walau secara adu taktik Claire masih bisa unggul darinya, namun serangan William yang bertubi-tubi membuat stamina Claire semakin terkuras habis. Alhasil ia harus menggunakan cara one hit one kill untuk menjatuhkannya.

Sesaat William kembali menyerang, Claire yang mencoba membidik rongga mulutnya langsung menembakkan peluru terakhir tepat didepannya sebelum ujung-talon milik William menembus dada Claire sepersekian detik lagi. Hasilnya kepala monster tersebut langsung pecah berantakan, tubuhnya juga ikut terpental akibat tembakan Claire, William-pun kembali berhasil dikalahkan disaat-saat kritis.

Claire yang sudah tidak ada waktu lagi untuk merayakan kemenangannya segera bergegas menyusul Sherry yang sudah berada di underground train bersama Leon. Waktu yang dimiliki Claire kini tinggal sedikit, ia terus berlomba dengan countdown auto-destruct system yang sebentar lagi meluluh-lantakkan seluruh Fasilitas, jika terlambat sedikit saja berarti kematian taruhannya. Dilain pihak Leon dan Sherry sibuk mengaktifkan panel system yang berada didalam kereta, setelah berhasil menghidupkan power dan mengakses control train, mereka berdua langsung menjalankan kereta tersebut. Claire yang mengetahui kereta telah bergerak, kini mencari jalan alternatif untuk memotong jalan. Dengan cepat Claire membuka pintu darurat yang berada tak jauh dari basement, alhasil ia-pun sampai di sisi tunnel jalur underground train. Claire yang saat itu berpapasan dengan kereta, segera mengejarnya walau sedikit terlambat, disisi lain Leon yang membuka pintu kereta langsung memberikan instruksi agar Claire segera melompat sembari mengulurkan tangannya. Claire yang sudah kelelahan langsung melompat dengan kekuatan terakhirnya, dan... nice catch!! Leon-pun berhasil menangkap Claire.

Sherry yang gembira melihat Claire selamat langsung menggandeng tangannya, ia nampaknya sangat mengkhawatirkan Claire setelah pertarungan akhir dengan mantan ayah kandungnya.
Belum selesai dengan kegembiraan, lagi-lagi mereka mendapat gangguan, William yang sudah bermutasi menjadi monster tidak-karuan bentuknya secara tiba-tiba masuk kedalam gerbong kereta melalui pintu belakang, Leon dan Claire kaget dengan kehadirannya langsung mengunci pintu utama sembari memikirkan cara mengenyahkan William untuk terakhir kalinya. Tak lama setelah menetapkan rencana, mereka bertiga lalu membagi tugas, Leon dan Claire segera membuka pintu utama untuk melakukan perlawanan sambil menekan William hingga terdorong ke belakang, sedangkan Sherry mengaktifkan tombol untuk melepas link gerbong 2. Dan hasilnya bisa kita pastikan, William akhirnya terpisah dari kereta utama.
Sesaat kemudian Underground Research Facility meledak beserta seluruh ruangan basement dan jalur tunnel. William yang akhirnya “ketinggalan kereta-pun” ikut berakhir bersama ledakan yang menimpa seluruh Fasilitas. Leon, Claire dan Sherry berhasil meninggalkan Raccoon City.

THE LONEWOLF

Beberapa jam sebelumnya salah satu anggota USS Alpha Team yaitu Hunk juga melakukan pelarian terakhirnya setelah terdampar tak sadarkan diri selama 8 hari di sewer, tanggal 22 September ia beserta timnya sempat ditugaskan untuk merebut paksa sample G-virus dari tangan William Birkin, namun terjadi insiden yang menyebabkan seluruh anggotanya tewas saat menjalankan misi tersebut. Hunk sendiri nantinya akan melewati jalur utama via RPD station untuk menuju escape point. Dalam perjalanannya menuntaskan misi ia akan berhadapan dengan banyak monster pemburu, zombie-zombie yang semakin menggila dan masih banyak lagi.
Diawali dengan kontak radio dengan pilot USS yang berpatroli disekitar uptown district Raccoon City, Hunk memberikan sinyal kepada sang pilot bahwa sample G-virus terakhir kini telah didapat dan ia meminta bantuan evakuasi secepatnya. Sang pilot yang saat itu sedang memantau kondisi USS Delta Team yang sedang beroperasi langsung bermanuver menuju RPD station untuk menjemput Hunk, dengan tidak membuang-buang waktu lagi akhirnya Hunk segera bergegas menuju rooftop area RPD station.

Perjalanan Hunk tampaknya tidak begitu mudah, banyak zombie-zombie yang siap menghadang di setiap langkah pelariannya, apalagi kali ini Hunk harus berlomba dengan waktu sembari membawa persenjataan yang sangat minim. Namun bukan sang “lonewolf” jika harus menyerah sampai disitu saja, apalah arti sebuah senjata jika kedua kaki dan tangannya sanggup menjatuhkan lawan hanya dengan sekali serangan. Yap, Hunk tentunya menggunakan skill bela-diri untuk melumpuhkan para zombie-zombie. Teknik-teknik seperti side-kick, melee-stab, slash, fatal neck-breaker adalah salah satu keunggulan serangan yang ia miliki, alhasil gebuk sana, gebuk sini-pun para zombie dan gerombolan cerberus yang menghadangnya dapat dilumpuhkan dengan mudah.

Dalam setiap perjalananya Hunk juga menerima random radio chatter dari seluruh penjuru kota, disini ia bisa mengetahui bagaimana situasi detik-detik terakhir kota tersebut. Sesampainya di koridor RPD station, Hunk sempat menerima transmisi radio dari rekannya sesama anggota Alpha Team, yaitu Goblin-6. Hunk yang diminta untuk menolong Goblin-6 yang sedang terjebak di sewer ternyata tidak digubris olehnya, Hunk yang tetap memprioritaskan kepentingan tugas, dengan sikap dingin menolak untuk kembali membantu Goblin-6, ia hanya mengatakan sebuah kalimat kepadanya “This is war, survival was your responsibility”. Hunk lalu meninggalkan Goblin-6.

Hunk sempat berhadapan dengan beberapa BOW Hunter di area rooftop, duel antara sang serigala dengan monster pemburu-pun tidak dapat terhindarkan, Hunk yang mengandalkan balance kekuatan antara pertahanan dan serangan akhirnya mampu mengimbangi Hunter. Dengan serangan mematikan serta kecepatan reaksi dan pemanfaatan situasi, Hunk berhasil melumpuhkan Hunter hanya dalam hitungan detik, walau secara pertarungan Hunk juga mengalami cedera tapi kesigapannya dalam menjatuhkan lawan layak diacung jempol. Tak lama kemudian sebuah helikopter USS datang untuk menjemputnya, Hunk segera dievakuasi dan misi akhirnya terselesaikan.

Raccon City Incident "Leon and Jill" Part 4

Leon yang masih belum mempunyai pengalaman untuk berhadapan dengan William ternyata sedikit kesulitan saat mencoba melawannya, serangan William yang terus membabi-buta membuat Leon harus bolak-balik melakukan teknik hit and run. Namun hal ini secara kondisi sangat menguntungkan, karena William sendiri pergerakannya tidak terlalu cepat. Leon yang mulai memanfaatkan jarak tembak terhadap William akhirnya dengan mudah dapat mengatasi semua serangannya. William sendiri sudah mengalami mutasi pada level 2, secara teknis hanya sebatas tingkat resistansi serta kemampuan serangan fisik saja yang bertambah, namun kalau urusan kecepatan bergerak nampaknya tidak begitu menggembirakan. Alhasil dengan tembakan terus-menerus dari jarak yang aman, Leon berhasil menjatuhkan William.

Sesampainya di Underground Research Facility, Leon kembali melanjutkan perjalanannya sendirian, ia-pun terpaksa meninggalkan Ada di elevator untuk beberapa waktu. Didalam ruangan Facility, Leon banyak menemukan temuan-temuan tentang penelitan dan eksperimen makhluk-makhluk BOW, tak hanya itu saja, ia juga harus berhadapan dengan beberapa monster monster lain yang sebelumnya sudah membuat kerusuhan di tempat tersebut. Tak berselang lama Leon kembali bertemu dengan Anette, yang secara mengejutkan berhasil dari maut saat jatuh dari jembatan. Anette mengatakan kepada Leon jika rekannya, Ada adalah seorang mata-mata yang dikirim untuk mencuri sample G-virus, Leon yang lalu tidak serta-merta percaya kepada Anette, berniat mencari tahu sendiri tentang niatan Ada yang sesungguhnya. Diakhir pembicaraan Anette berpesan kepada Leon untuk segera membawa Sherry keluar dari Raccoon City dengan selamat.

RACCOON CITY INCIDENT - Last Hope

30 September, Claire dan Sherry berhasil memasuki Underground Research Facility setelah melalui perjalanan yang cukup panjang. Setibanya di tempat tersebut, Sherry yang sebelumnya terkena infeksi G-virus akhirnya jatuh sakit, ia mulai demam dan mengalami kondisi yang tidak stabil, hal ini disebabkan gara-gara ulah William Birkin yang meng-implant G-embrio kedalam tubuh Sherry saat ia berada di RPD station. Claire yang khawatir akan keadaannya akhirnya bergegas membawa Sherry ke security room untuk diistirahatkan. Setelah menitipkan Sherry ditempat yang aman, Claire kini harus kembali berpetualang untuk menjelajahi seluruh ruangan yang berada di Underground Research Facility. Bertarung head to head dengan makhluk BOW seperti Hunter, Licker dan monster aneh lainnya kini bukan lagi halangan bagi Claire, Claire yang beberapa kali sempat berhadapan dengan T-103 saat di RPD station ternyata dapat menaklukkan monster-monster di Research Facility tanpa kesulitan sedikit-pun. Walau tak memiliki kemampuan bela diri atau penguasaan senjata secara lengkap namun mental Claire yang bisa dibilang lebih baik ketimbang kakaknya ternyata merupakan senjata tersendiri untuk menghadapi situasi kemungkinan terburuk. Tak lama kemudian Claire akhirnya bertemu dengan Anette, Claire menceritakan kepadanya tentang perjalanannya bersama Sherry serta penyakit yang sedang dideritanya. Anette yang sempat terkejut dengan ulah William yang sengaja meng-implant G-embrio kedalam tubuh Sherry, akhirnya memberikan contoh draft kepada Claire untuk digunakan sebagai bahan pembuat penangkalnya, yaitu G-vaccine. Claire-pun segera bergegas untuk membuatnya.

Anette yang tidak terima atas perlakuan William terhadap Sherry berniat menghancurkan seluruh Facility dengan menggunakan sistem auto-destruct. Ia berniat mengakhiri semua perjalanana Umbrella di Raccoon City bersamaan dengan akhir hidupnya. Walau keputusan yang dibuatnya terlihat sangat sembrono, Toh, Sherry sendiri sudah berada ditangan yang aman bersama Leon dan Claire. Dengan berharap kepada mereka berdua, Anette kini tak lagi mengkhawatirkan keadaan putrinya. Setelah mengaktifkan kode auto-destruct, Anette kembali bertemu dengan William disebuah koridor laboratorium. Dihadapannya kini, William bukan lagi seorang pria yang pernah ia kenal selama ini, melainkan hanyalah sesosok monster yang akan haus darah. William yang saat itu sudah tak lagi mengenali istrinya, langsung menghabisi Anette dengan tikaman terakhirnya.

Hitung-hitung kondisi Underground Research Facility hampir diambang kehancuran, Leon dan Claire mulai sibuk dikejar dengan waktu. Claire yang berhasil menyembuhkan Sherry setelah membuat G-vaccine akhirnya segera mencari rute tercepat menuju basement underground train. Namun tidak dengan Leon, dipelarian terakhirnya ia malah dihadang BOW Tyrant T-103 yang berhasil masuk Facility, kesialan-pun terjadi. Leon yang tidak siap berhadapan dengannya dalam situasi genting tersebut berusaha mencoba menghindar dari kejaran T-103, kejar-kejaran sempat terjadi dikoridor ruang utama sampai pintu masuk elevator, Leon yang mencoba melumpuhkan T-103 ternyata belum mendapatkan hasil, ia-pun mulai terpojok, disaat itulah Ada tiba-tiba kembali muncul berusaha untuk mengalihkan perhatian T-103 dari hadapan Leon. Pertolongan yang ia lakukan saat itu ternyata harus dibayar mahal, T-103 yang sempat teralihkan perhatiannya akhirnya berbalik mengincar Ada. Dengan gerakan cepat, sedetik kemudian T-103 berhasil menangkap Ada dan melemparkannya hingga menghantam dinding ruangan, alhasil Ada-pun pingsan tak sadarkan diri. Leon yang terkejut dengan kejadian itu berusaha menolong Ada, namun hal tersebut sia-sia, T-103 yang sudah berada dihadapan Leon kini tidak bisa lagi dihentikan, pertarungan satu lawan satu kembali berlanjut.

Tembak-menembak dan saling kejar-mengejar terjadi ruang utama Facility, T-103 yang kembali beringas ternyata tidak mengendurkan serangan Leon, sesaat kemudian ia mencoba menarik monster tersebut ke arah jembatan yang berada di turntable room, disana Leon berencana untuk menjatuhkannya dari jembatan. Anyway hal itu akhirnya berjalan sesuai dengan harapannya, T-103 yang berjalan disalah satu jembatan turntable, langsung dilumpuhkan pergerakannya oleh Leon, dengan sekali tembakan pamungkas saja, akhirnya monster tersebut terjatuh.

Leon yang mengira bahwa Ada telah tewas dengan terpaksa kini harus meninggalkannya sendirian, ia mulai bergegas menuju elevator untuk mengakses underground train yang berada dibasement. Sesampainya di lantai dasar, ia kembali dihadang T-103 yang telah bermutasi menjadi lebih kuat (T-103R), Leon yang sudah kehabisan cara untuk mengalahkannya, berusaha sebisanya untuk melumpuhkan monster tersebut, ia-pun merasa tidak ada jalan lagi untuk keluar dari Underground Research Facility. Tak lama berselang, Leon menemukan sebuah senjata Rocket Launcher yang tiba-tiba terjatuh dari elevator lantai 2. Tanpa membuang-buang waktu lagi, Leon segera mengambil senjata tersebut dan menembakkannya ke arah T-103, dan alhasil !!BANG!! separuh tubuh monster itu langsung hancur berkeping-keping. Meski terluka parah, T-103 masih sanggup untuk berdiri walau kelihatannya ia sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, dengan cepat Leon langsung mendorongnya hingga terjatuh dalam kobaran api. At least monster itu-pun akhirnya berhasil dikalahkan.

Raccon city Incident "Leon and Jill" part 3

Menjelang tengah malam Leon dan Claire kembali berpetualang menyusuri RPD station, zombie-zombie yang berkeliaran di setiap ruangan terus mereka lumpuhkan, mereka sesekali juga sempat bertemu dengan Licker yang berada di main hall lantai 2 dan beberapa gerombolan cerberus. Ditengah koridor ruangan Claire bertemu dengan Sherry Birkin, anak dari William Birkin dan Anette Birkin. Sherry yang saat itu terjebak dalam insiden Raccoon City segera diperintahkan oleh ibunya untuk mencari perlindungan di Raccoon Police Departement, namun sejak kejadian virus outbreak pada tanggal 26 September yang mulai membahayakan RPD station, Sherry akhirnya mulai bersembunyi dibeberapa ruangan yang tidak diketahui oleh para officer yang berada di dalam gedung. Puncaknya saat RPD station benar-benar jatuh ketangan para zombie, Sherry yang saat itu masih berada di dalam ruangan, terus bersembunyi hingga nantinya ia bertemu dengan Claire. Sesaat sebelumnya Claire yang kembali mengunjungi office room sempat bertemu dengan Marvin, namun kondisi Marvin yang saat itu sudah mulai tak sadarkan diri, membuat Claire jadi khawatir terhadap sosok perubahan fisik Marvin. At least Marvin-pun lambat laun berubah menjadi zombie dan mulai menyerang Claire. Claire yang tidak ada pilihan lain selain membunuhnya, terpaksa menembakkan pistolnya ke arah Marvin, Marvin akhirnya tewas.



Leon sendiri yang berada di area parking-lot RPD station tanpa sengaja bertemu dengan seorang wanita bernama Ada Wong, Ada yang saat itu sedang mengunjungi Raccoon City dengan alasan untuk mencari kekasihnya, John, ternyata merupakan salah satu anggota spy yang dikirim oleh suatu organisasi rahasia untuk merebut sample G-virus dari tangan William Birkin, saat itu Leon sendiri masih belum mengetahui tentang niatan Ada sesungguhnya. Alih-alih Ada membohongi Leon dengan tujuan membantunya, mereka berdua akhirnya bersama-sama melanjutkan perjalanan. Sesampainya di jail room, Leon dan Ada bertemu dengan seorang reporter bernama Ben Bertolucci, Ben yang memiliki beberapa informasi penting tentang Umbrella Corporation sengaja bersembunyi didalam penjara RPD station untuk melindungi dirinya dari ancaman para zombie. Saat Ada bertanya kepadanya tentang informasi yang ia ketahui, Ben menolak untuk menjawabnya, namun ia memberikan sebuah petunjuk tentang rute rahasia untuk keluar dari Raccoon City. Tak lama setelah menerima petunjuk dari Ben, Leon dan Ada segera meninggalkan Ben untuk mencari jalan menuju sewer. Petulangan-pun terus berlanjut, Leon dan Ada yang baru saja saling mengenal ternyata tidak kalah dalam urusan kerjasama, zombie-zombie dan makhluk pemangsa yang berusaha menghalangi ternyata bukan tandingan mereka berdua. Ada sendiri memiliki kemampuan tempur layaknya seorang security agent, ia mahir dalam menggunakan berbagai senjata ringan, menguasai teknik bela-diri serta mampu menyelesaikan tugas dalam kondisi sesulit apapun. Maka tidak aneh jika Ada mampu mengimbangi kemampuan Leon dalam mengatasi berbagai situasi yang berbahaya.
Ben yang masih berada di jail room terus mencoba menyingkap rahasia dibalik konspirasi Umbrella Corporation, secara pribadi ia memiliki berbagai macam informasi tentang keterlibatan perusahaan tersebut dalam pengembangan virus dan eksperimen ilegal, namun sayang, sebelum ia sempat mempublikasikannya kepada masyarakat, William Birkin keburu membunuhnya sesaat setelah Leon dan Ada datang mengunjunginya. Ben-pun akhirnya tewas dengan sia-sia.

Sebelum perjalanannya, Leon melakukan kontak dengan Claire, Claire yang saat itu bersama Sherry berniat bertemu dengan Leon di area underground train yang berada di basement Research Facility. Kereta tersebut nantinya akan mereka gunakan sebagai escape-point untuk keluar dari Raccoon City.
Claire yang masih berada di RPD station, akhirnya bertemu dengan Chief Brian Irons yang berada di dalam kantornya, disana Claire melihat mayat seorang wanita yang tergeletak di atas meja, saat Claire bertanya kepada Chief tentang wanita tersebut, Chief Brian menjawab bahwa wanita itu adalah anak kesayangan dari Major Warren, salah satu orang penting di RPD yang juga menjadi pelopor pembentuk tim-elite STARS. Chief Brian mengungkapkan niatannya kepada Claire tentang keinginan pribadinya, Chief juga menceritakan semua tindakan yang pernah ia lakukan kepada beberapa anak buahnya, termasuk salah satunya membunuh anak Major Warren. Major Warren sendiri berhasil kabur meninggalkan kota sebelum virus menyebar di Raccoon City. Kesal dengan perkataan gila Chief Brian, Claire akhirnya meninggalkannya dan kembali melanjutkan perjalananya bersama Sherry. Chief Brian sendiri akhirnya tewas ditangan William Birkin tak lama kemudian.


Ditengah petualangannya Claire dan Sherry lagi-lagi dihadapkan dengan masalah besar, kini mereka berdua harus berjuang untuk bisa lolos dari kejaran BOW Tyrant T-103 yang sedang berkeliaran di area RPD station. Berbeda saat Claire menghadapi monster BOW lainnya, T-103 ini ternyata lebih kuat dari yang ia perkirakan, Claire dan Sherry-pun harus berkali-kali putar otak untuk menghindari kejaran T-103. Sebenarnya Tyrant ini ditugaskan bukan untuk melakukan “hunting” melainkan prioritas mengambil sample G-virus dari William Birkin (atau paling tidak sample darah mutasi G-William Birkin). Namun nasib sial memang sedang menghampiri Claire, ia-pun harus berhadapan dengan T-103 untuk beberapa kali. Tak ayal jika Claire dan Sherry nantinya sedikit terlambat untuk menuju escape point yang berada di Underground Train.

Leon dan Ada juga sempat bertarung melawan Giant Crocodile saat perjalanan menuju entrance sewer, mereka berdua sadar jika monster tersebut tidak bisa dilumpuhkan dengan hanya menggunakan senjata biasa saja, selain tubuhnya yang sudah bermutasi hampir 3x lipat dari ukuran normal, Giant Crocodile ini juga dalam kondisi yang sangat menguntungkan untuk memangsa mereka, karena Leon dan Ada tidak memiliki tempat yang cukup untuk melakukan teknik hit and run. Ada lalu menggunakan idenya untuk mengaktifkan panel untuk menjatuhkan sebuah gas-canister dari atas, alhasil canister yang jatuh itu langsung disambar oleh Giant Crocodile, dengan penyelesaian akhir Leon menembakkan senjatanya ke canister tersebut, so !!BUM!! kepala monster raksasa itu-pun hancur berantakan.

Diujung pintu masuk sewer, Leon dan Ada bertemu dengan Anette Birkin, dalam pertemuan itu sempat terjadi insiden dimana Leon terluka akibat terkena tembakan saat mencoba melindungi Ada, Ada yang merasa bertanggung jawab atas kejadian tersebut langsung mengejar Anette yang sesaat kemudian meninggalkan mereka. Kejar kejaran-pun terjadi di area sewer, Ada yang terus mencoba mengejarnya akhirnya berhasil memojokkan Anette disebuah jembatan yang tidak jauh dari jalur entrance Underground Research Facility. Dalam situasi tersebut, akhirnya Anette menceritakan semua tentang kejadian yang telah menimpa Raccoon City, Anette juga mengatakan kepadanya bahwa John, kekasihnya telah tewas saat insiden yang terjadi di Arklay Research Facility. Mendengar perkataan tersebut Ada pun jadi naik darah, ia tidak rela jika John harus tewas dengan keadaan menderita, Ada lalu berusaha menyerang Anette, sempat terjadi tembak menembak diruangan tersebut, namun Ada lebih cepat dari perkiraan Anette, ia bisa memafaatkan celah saat Anette sibuk menembakinya. Dengan sekali pukul saja, Anette akhirnya terjatuh dari jembatan.
Disaat insiden Arklay mansion, secara pribadi John telah menulis surat yang ditujukan kepada Ada, namun dengan keadaan yang saat itu sudah semakin memburuk surat tersebut akhirnya tidak tersampaikan. John sendiri adalah salah satu staff researcher Umbrella yang bekerja di Arklay Research Facility.


Setelah kejadian itu, Ada kembali menjemput Leon untuk bersama-sama mencari jalan keluar, ditengah perjalanan mereka menemukan sebuah elevator yang menghubungkan area tersebut dengan Underground Research Facility. Disaat Leon mencoba mengaktifkan sistem elevator, tiba-tiba William Birkin muncul dan menyerang mereka. Ada yang berada di dalam elevator juga sempat terluka akibat serangan William, serangan tersebut ternyata menimbulkan luka yang cukup serius baginya, sampai-sampai Ada hampir tak sadarkan diri. Leon yang tidak terima atas perbuatan William langsung menantangnya berduel. Kini giliran Leon untuk membalaskan dendamnya terhadap William, pertarungan antara seorang rookie dan monster G-virus-pun terjadi.......Continued

Raccon City Incident "Leon and Jill" Part 2

Leon at RPD Station

Petualangan mereka-pun dimulai, Leon yang berjalan melewati jalan utama nantinya akan sampai di area parking-lot RPD station, sedangkan Claire yang nantinya melewati shortcut downtown district akan sampai di halaman utama gedung RPD. Secara teknis mereka adalah orang-orang rookie yang belum berpengalaman dalam situasi tersebut, kepungan berbagai zombie yang memenuhi kota ternyata bukanlah suatu halangan yang berarti bagi mereka, strategi “hit and run” merupakan salah satu solusi yang tepat dimana mereka tetap bisa survive dengan amunisi serta persenjataan yang pas-pasan. Ditengah perjalanan Claire bertemu dengan Robert Kendo seorang pemilik gun-store yang juga merupakan teman baik Barry Burton. Mereka berdua sempat berbicara tentang kejadian yang menimpa kota tersebut. Tak lama setelah Robert mengunci pintu depan store-nya, zombie-zombie yang berada diluar langsung merangsek masuk dengan cara memecahkan kaca jendela, Robert yang terkejut dengan kejadian itu langsung tewas seketika saat gerombolan zombie tiba-tiba menyerangnya.

Diwaktu yang sama, Leon yang sampai di backyard-area RPD station, mencoba menaiki tangga untuk mengakses pintu darurat yang berada di rooftop, disana ia melihat sebuah helikopter berputar-putar mengitari area tersebut, kemungkinan helikopter itu sedang mencari penduduk sipil untuk dievakuasi. Tak lama kemudian seorang anggota kepolisian berhasil keluar dari pintu darurat sambil tergopoh-gopoh, ia mencoba memberi tanda kepada sang pilot untuk segera menghampirinya. Namun sayang saat sedang sibuk untuk meminta bantuan, polisi malang itu langsung dikeroyok oleh zombie-zombie yang sedang mengejarnya. Kesialan-pun terjadi, bukannya malah selamat malah bikin bencana, saat dikeroyok oleh gerombolan zombie, senjata yang dipakai polisi tersebut tidak sengaja mengenai pilot helikopter yang sedang mengitari area rooftop, alhasil pilot-pun akhirnya tewas dan helikopter yang ditumpanginya langsung menimpa gedung RPD station.

Claire yang beberapa kali terkepung oleh gerombolan zombie yang berada disetiap sudut jalan, akhirnya sampai dipintu gerbang halaman utama RPD station, disana ia sempat dihadang oleh Brad Vickers yang sudah berubah menjadi zombie, Claire sempat kesulitan saat menghadapinya, namun Brad tetaplah zombie yang tidak memiliki kemampuan spesial layaknya monster BOW, dengan beberapa kali tembakan beruntun saja, Claire-pun berhasil menghabisinya. Didalam RPD station, Claire sempat bertemu dengan Marvin Branagh di office room dekat main hall, Marvin yang saat itu sudah sangat kelelahan dan hampir tidak bisa bergerak mencoba menceritakan semua hal yang terjadi di Raccoon City kepada Claire, ia juga menambahkan bahwa kakaknya, Chris, telah lebih dulu meninggalkan kota untuk melakukan suatu penyelidikan terhadap sebuah perusahaan besar di Eropa. Tak lama setelah perbincangan mereka usai, Claire-pun meninggalkan Marvin sendirian di office room, marvin juga menitipkan security card kepadanya sebagai akses masuk ke beberapa ruangan yang berada di main hall. Kini ia mulai berpetualang menyusuri seluruh ruangan yang berada di RPD station, saat berjalan disebuah koridor dekat waiting room, ia dikejutkan dengan kehadiran monster BOW yang pernah meneror anggota RPD pada sehari sebelumnya, monster tersebut dikenal sebagai “Lickers”. Claire yang saat itu harus berhadapan satu lawan satu melawan Lickers, mau tak mau harus menghabisinya, secara teknis kemampuan Claire untuk membidik lawan dengan senjata sangatlah baik, ditambah lagi ia memiliki pengalaman belajar menembak yang sempat diajarkan oleh kakaknya, Chris. Dengan modal pengalaman tersebut ternyata Claire tidak begitu mengalami kesulitan untuk melumpuhkan Lickers yang sangat gesit, sebelumnya Claire sendiri sempat panik saat Lickers beberapa kali mencoba menyerangnya, namun dengan beberapa tembakan ke arah yang tepat, monster itu berhasil ia jatuhkan.

Claire melanjutkan perjalanannya menuju STARS office yang berada dilantai 2, gerombolan zombie yang berkeliaran di setiap ruangan kini bukanlah halangan lagi baginya, dengan cepat Claire berhasil melewati semuanya dan sampai diruangan STARS office. Sesampainya diruangan tersebut Claire akhirnya bertemu kembali dengan Leon, mereka berdua sempat terlibat pembicaraan yang sangat penting tentang semua hal yang terjadi di kota tersebut, Claire sendiri juga sempat menemukan diary kakaknya yang ditinggalkan dalam locker desk. Di diary tersebut Chris mengungkapkan permintaan maaf-nya kepada Claire karena tidak sempat menemuinya. Walau sempat merasa sedih, Claire bersyukur karena tidak terjadi hal yang buruk terhadap kakaknya. Leon sendiri yang sedang mengecek beberapa file diruangan tersebut akhirnya menemukan kiriman fax yang baru saja ditransfer oleh Chris, fax tersebut berisi bukti laporan tentang keterlibatan Umbrella Corporation dalam pengembangan monster BOW dan beberapa eksperimen yang menyebabkan tragedi di Arklay mountains, namun sayang kiriman fax tersebut sangatlah terlambat, karena seluruh anggota kepolisian yang berada di RPD station sudah tidak ada lagi yang selamat.
Tak lama kemudian akhirnya mereka berdua sepakat untuk meninggalkan Raccoon City, didalam pelarian terakhirnya, Claire dan Leon nantinya akan menjadi saksi tentang semua hal yang berkaitan dengan Umbrella Corporation dan segala konspirasinya.


OPERATION UNDERCOVER

Dilain tempat USS Delta Team yang dikirim oleh Umbrella beberapa jam sebelumnya kini sudah mengudara diatas kota Raccon City. Vector, Spectre, Beltway dan Bertha langsung diterjunkan tak lama setelah unit US Spec OPS berhasil mendarat dikota tersebut. Belum jelas berapa kemungkinan personel US Spec OPS yang nantinya dihadapi oleh Vector dan rekan-rekannya, karena unit pemerintah ini juga memiliki beberapa misi yang sangat beragam, salah satunya yang terkenal adalah operasi pengambil-alihan G-virus dan penggunaan senjata Paracelsus Sword untuk melawan beberapa monster BOW Tyrant T-103 pada tanggal 30 Oktober.

Pertarungan “street fighting” antara USS Delta Team dengan ratusan zombie dan monster BOW lainnya terus terjadi sepanjang malam, USS Delta Team yang sudah dilengkapi berbagai macam peralatan canggih nampaknya tidak begitu mengalami kesulitan untuk melakukan “war survival”. Secara teknis kemampuan setiap masing-masing individu yang dimiliki unit-elite ini juga terbilang cukup hebat, mereka bahkan dilatih secara profesional sehingga menjadi salah satu agent terbaik yang pernah dimiliki Umbrella.

Tak lama setelah USS Delta Team diturunkan, Umbrella headquarter juga mengirimkan 6 unit BOW Tyrant T-103 langsung dari Sheena Island dengan menggunakan capsule khusus yang diangkut dengan helikopter. 1 unit T-103 diterjunkan tepat di area RPD station untuk mengambil sample G-virus yang tersisa, 1 unit lagi diterjunkan di area uptown district dengan tugas menghabisi semua anggota kepolisian, tim keamanan, survivor serta penduduk sipil yang berada di area tersebut. Dan sisa 4 unit Tyrant lainnya akan diterjunkan ke area Dead Factory guna membasmi semua anggota US Spec OPS 2nd team yang sedang mengamankan salah satu senjata pemusnah BOW yaitu “Paracelsus Sword”.

Di Raccoon General Hospital, US Spec OPS 1st Team ditugaskan untuk menginspeksi seluruh ruangan gedung sembari mencari file-file yang berkaitan dengan Umbrella Corporation. Beberapa anggota sempat bertempur dengan puluhan zombie yang memenuhi Hospital, namun perlawanan mereka tidak berselang lama, gerombolan BOW Hunter yang sempat menyusup ke Hospital ternyata menjadi ancaman serius bagi 1st US Spec OPS. Mereka-pun sempat kocar-kacir saat berhadapan dengan Hunter, tembak-tembakan serta kepanikan setiap anggota membuat tim ini tidak bisa fokus dengan target yang dihadapinya, akhirnya satu demi satu anggota US Spec OPS-pun tewas ditangan Hunter. Continued...........

Raccon City Incident “Leon and Jill” Part 1

Diawali dengan kedatangan seorang polisi rookie yang baru saja ditugaskan ke Raccoon Police Departement, ia baru saja menyelesaikan pendidikannya di akademi kepolisian pusat, kecerdasan serta kecekatannya saat belajar di akademi membuatnya menjadi salah satu new-comer yang disegani oleh angkatan senior-nya. Pemuda tersebut tak lain bernama Leon S. Kennedy. Ia seorang pemuda yang idealistis, teguh pada tanggung jawab, sedikit ambisius serta cakap dalam menyelesaikan setiap masalah. Leon juga sempat terkenal dan jadi bahan pembicaraan para anggota RPD sebelum ia ditugaskan disana, Kevin Rayman salah satu anggota RPD yang sama-sama anggota SPF seperti Leon, mengungkapkan kekagumannya terhadap cowboy berumur 21 tahun itu. Beberapa anggota kepolisian lain seperti Marvin Branagh, David Ford juga sempat membicarakannya saat melihat data-data akademis yang dikirimkan dari pendidikan pusat.

Leon tidak menyadari jika saat itu Raccoon City sedang mengalami krisis, 2 hari sebelumnya ia sempat mampir ke tempat penginapan sembari minum-minum bersama teman-teman dekatnya, bahkan ia minum sampai mabuk gara-gara pelampiasan masalah hubungan pribadinya yang lagi kandas ditengah jalan. Hampir selama sehari Leon tertidur di penginapan, sampai-sampai tidak sadar jika ia terlambat dalam jadwal tugas.
Tanggal 29 September, Leon akhirnya sampai di perbatasan Raccoon City tepat pada malam hari. Ditengah-tengah perjalanannya, ia dikejutkan dengan sesosok mayat wanita yang sedang tergeletak ditengah jalan, merasa ada sesuatu yang aneh, ia-pun segera turun dari kendaraan untuk memeriksanya. Saat sedang sibuk memeriksa korban, ia menyadari bahwa ada sesuatu yang sedang mendekat untuk menghampirinya, segera setelah itu Leon langsung membalikkan badan dan mencabut pistolnya. Zombie-zombie yang sempat bersembunyi dibalik gang-gang kecil-pun mulai berdatangan, dengan posisi siaga, Leon terus mengkonfrontir para zombie-zombie yang mendatanginya. Namun apalah daya, mereka hanyalah pemangsa yang tak lagi hidup, berbicara toh juga tidak ada guna-nya. Tak lama kemudian mayat wanita yang baru saja ia periksa secara tiba-tiba hidup kembali dan berusaha menyerangnya, Leon yang saat itu masih dalam keadaan bingung langsung menembakkan pistolnya kearah zombie-wanita tersebut. Merasa dalam keadaan terancam dengan kepungan “orang-orang aneh”, Leon-pun berusaha kabur dari kejaran mereka. Saat berlari dipersimpangan jalan, ia bertemu dengan seorang gadis yang juga sedang diserang oleh zombie, dengan cepat Leon langsung menolong gadis itu.
Gadis tersebut bernama Claire Redfield, ia adalah adik dari Chris Redfield salah satu ex. anggota STARS Alpha Team. Claire yang juga datang ke Raccoon City guna menemui kakaknya ternyata sama-sama tidak mengetahui keadaan kota tersebut yang sedang dilanda masalah penyebaran virus, alhasil keduanya langsung terheran-heran dengan kejadian yang mereka alami barusan. Leon dan Claire akhirnya sepakat untuk mengunjungi kepolisian pusat untuk mencari informasi serta bantuan, setelah melihat situasi kiri-kanan dan dirasa cukup aman, mereka langsung mengambil mobil polisi yang terparkir tidak jauh dari jalan utama dan segera berangkat menuju RPD station.

USS Delta Team Operation

Beberapa jam sebelumnya, Umbrella juga menerjunkan tim-elite pemusnah kedua untuk menjalankan misi terakhirnya, USS Delta Team yang beranggotakan 6 orang mulai dikirim ke Raccoon City dengan menggunakan helikopter. Umbrella yang kehilangan kontak saat memonitor Nemesis pada tanggal 28 September, mengira bahwa monster tersebut telah gagal dalam menjalankan tugas untuk menghabisi Jill saat pertarungan di St. Michael Clock Tower. Apalagi Umbrella juga mendengar kabar bahwa pemerintah juga mengirim unit khusus untuk mencari adanya bukti-bukti keterlibatan Umbrella dengan Raccoon City. Kedua alasan itulah yang akhirnya membuat USS Delta Team diterjunkan Umbrella pada tanggal 29 September.
Anggota USS Delta Team diisi dengan orang-orang pilihan, mereka adalah best of the best human soldier yang pernah dimiliki Umbrella, layaknya Hunk yang memimpin USS Alpha Team, keempat anggota USS Delta Team kemungkinan juga melakukan pelatihan yang sama dengan Hunk di Rockfort Military Training Facility. Mereka adalah Lupo (squadleader), Vector (recon), Spectre (specialist), Beltway (demolition), Bertha (support) dan Four Eyes (scientist). USS Delta Team juga sangat diistimewakan oleh Umbrella, bukti bahwa unit ini memiliki perlengkapan serta persenjataan paling canggih ketimbang unit-unit lainnya membuat Umbrella menaruh harapan banyak terhadap unit-elite tersebut. Tidak seperti UBCS serta USS Alpha Team yang hanya dilengkapi senjata standar, Delta Team sudah dilengkapi dengan combat equipment seperti, Cloaking Device, Nightvision Google, customize combat knife, senjata G36 dengan scope, M4A1 ber-silencer, Personal Miner, HE Grenade dan beberapa peralatan modern lainnya.

Tugas USS Delta Team sebenarnya merupakan misi lanjutan yang seharusnya diselesaikan tim UBCS, namun ketika tim tersebut mengalami kehancuran, Delta Team akhirnya menggantikan posisi mereka.

Mengamankan atau memusnahkan semua bukti-bukti tentang keterlibatan Umbrella dengan bencana yang sedang menimpa Raccoon City.

Menghabisi semua personel keamanan Raccoon City yang masih hidup ataupun pihak-pihak tertentu yang akan membahayakan operasi mereka.

Menetralisir unit-unit US Spec Ops yang juga diturunkan oleh pemerintah guna menginvestigasi sebab-sebab yang terjadi di Raccoon City.

Bisa dibilang tugas mereka layaknya permainan “seek and destroy” yang menurutku gampang-gampang susah, karena modal utama mereka bukanlah dari persenjataan serta pengalaman masing-masing individu, melainkan ketahanan mereka dalam situasi“war-survival” yang terus menerus. Saat itu USS Delta Team benar-benar diuji sampai sejauh mana mereka bisa bertahan nantinya.

Dilain tempat, Leon bersama Claire yang sedang melakukan perjalanan menuju RPD station, tiba-tiba mengalami kecelakaan tidak terduga. Mobil yang mereka tumpangi sempat ditabrak oleh sebuah truck yang dikendarai oleh seorang sopir yang sekarat akibat terinfeksi t-virus. Truck yang lari ugal-ugalan dengan kecepatan tinggi tersebut membuat kendaraan Leon pontang-panting, apalagi didalam mobil yang dikendarainya terdapat zombie yang sebelumnya sempat tergeletak di bawah kursi belakang. Leon dan Claire yang panik dengan kejadian itu, dengan cepat mengamankan zombie yang ingin memangsa mereka sembari ngebut menghindari kejaran truck yang berada dibelakangnya. Alhasil kecelakaan-pun terjadi saat di pertigaan jalan, Leon dan Claire langsung melompat keluar dari mobilnya sebelum truck tersebut sempat menabrak mereka, kecelakaan hebat itu akhirnya memisahkan Claire dan Leon dipersimpangan jalan. Dibalik reruntuhan kendaraan yang hancur, Leon mengatakan kepada Claire untuk segera menemuinya di RPD station. continued..........

"Jill Valentine and Umbrella Operation" Part 3

Mereka berdua akhirnya sampai di Clock Tower tidak lama kemudian, sesampainya disana mereka mengalami insiden, tram-car yang mereka tumpangi secara tanpa sengaja keluar dari jalur dan menabrak tembok gedung sebelah barat, dalam kecelakaan tersebut Jill dan Carlos terpisah. Jill akhirnya memasuki gedung Clock Tower, disana ia mencoba memperbaiki sistem mekanisme tower yang sedang rusak guna mengaktifkan lonceng sebagai tanda evakuasi, nantinya saat lonceng Clock Tower dibunyikan, helikopter evakuasi yang stand-by berada tidak jauh dari Raccoon City akan datang menjemput.

Nampaknya hal tersebut tidak berjalan sesuia rencana, Nemesis yang sudah mengetahui tindakan Jill untuk membunyikan lonceng sebagai tanda evakuasi akhirnya mulai mempersiapkan shock-therapy untuknya. Disaat helikopter evakuasi tiba, Jill yang kegirangan akan datangnya bantuan segera keluar dari pintu utama Clock Tower untuk memberi tanda kepada sang pilot, namun Nemesis tidak tinggal diam, dengan sekejap ia langsung menembakkan roket ke arah helikopter tersebut, dan akhirnya helikopter yang naas itu hancur berantakan.

Jill yang masih terkejut dengan kejadian yang menimpanya barusan harus kembali berhadapan dengan sang monster-penghancur, Nemesis. Dalam kondisi ini, mau tak mau Jill terpaksa harus melawan Nemesis walau secara mental Jill masih belum siap, alhasil pertarungan yang tidak seimbang ini akhirnya membuat Jill terluka akibat serangan Nemesis, Jill-pun terinfeksi t-virus akibat serangan tersebut. Nemesis yang siap memberikan pukulan terakhir ternyata dikejutkan dengan kehadiran Carlos yang tiba-tiba datang menolong, kali ini duel antara Carlos dan Nemesis-pun terjadi. Carlos yang mencoba mengalihkan perhatiannya dari Jill terus memberondong Nemesis hingga tidak sengaja mengenai senjata yang dibawanya, alhasil Rocket Launcher yang dipakai Nemesis-pun langsung meledak, dan ledakan tersebut ternyata membuat Nemesis mengalami luka yang cukup serius. Walau sempat terluka cukup parah, Nemesis masih memiliki kemampuan tersisa untuk menghabisi Carlos hanya dalam satu kali serangan. Jill yang tidak membiarkan hal itu terjadi segera mencegah Nemesis, dengan berusaha sebisa mungkin Jill akhirnya berhasil melumpuhkan monster tersebut.

Pertarungan untuk sementara ini telah usai, Jill dan Carlos bergegas kembali kedalam gedung Clock Tower sembari menunggu langkah selanjutnya. Tak lama kemudian Jill yang saat itu mengalami kemunduran fisik setelah bertarung seharian penuh akhirnya mulai tak sadarkan diri, Jill sempat mengalami koma hampir selama 2 hari. Disaat itu Carlos yang juga terus setia menemani Jill di Clock Tower akhirnya memutuskan untuk mencari vaksin guna menyembuhan Jill yang sedang terinfeksi t-virus, ia tidak menginginkan jika Jill nantinya harus bernasib sama dengan Murphy. Kini Carlos mau tak mau harus berjuang sendirian, karena sudah tidak ada lagi yang bisa menolongnya kecuali dirinya sendiri.
29 September, Kehancuran Raccoon City sudah didepan mata dan petualangan-pun masih berlanjut..................

"Jill Valentine and Umbrella Operation" part 2

Menjelang sore hari, anggota UBCS yang sedang bertahan di Clock Tower mulai mengalami depresi karena evakuasi tak kunjung datang, mereka bahkan tidak memiliki celah untuk menerobos keluar dari area Clock Tower, alhasil dengan kondisi yang sangat kelelahan dan stock amunisi yang kian menipis, Campbell beserta ketiga rekannya mulai bersiap-siap untuk habis-habisan melawan kepungan zombie yang sudah merangsek pintu gerbang, Campbell beserta kedua orang front-man yang berada diluar gedung mulai melancarkan tembakan kearah kepungan zombie, sedangkan rekan Campbell yang berada didalam gedung melakukan tembakan penetrasi dari jarak jauh guna melindungi ketiga anggotanya yang berada diluar, tembakan terus dilancarkan secara simultan guna menghemat amunisi, namun banyaknya zombie yang sudah berada disekitar area Clock Tower membuat mereka melakukan perlawanan yang sia-sia, tak berselang lama bertempur kedua front-man yang berada diluar gedung Clock Tower akhirnya tewas. Campbell beserta rekannya yang tidak dapat menahan kepungan zombie akhirnya memutuskan untuk berbalik menuju kedalam gedung.
Disaat yang sama gadis yang menjadi survivor di Clock Tower kini mengalami kondisi sangat kritis setelah 5 hari tidak makan, disaat-saat terakhirnya gadis itu sempat menangis karena ia berpikir tidak akan selamat dari tempat tersebut, rekan Campbell yang merasa kasihan dengan kondisinya yang sudah diambang kematian berniat untuk tetap tinggal bersama gadis itu dan menemaninya hingga akhir. Campbell yang kehilangan harapan akhirnya bunuh diri, mereka bertiga pun mati

Ditempat lain. Jill yang juga sedang mencoba meloloskan diri dari situasi genting, ternyata mengalami banyak hambatan, ia sempat berlindung di sebuah warehouse yang berada tidak jauh dari RPD station, disana ia bertemu dengan seorang penulis/salesman bernama Dario Rosso. Dario merupakan salah satu penduduk yang tinggal di Raccoon City, ia beserta Ibu, istri dan anaknya berniat kabur untuk meninggalkan kota saat virus mulai menyerang masyarakat Raccon City. Niatan untuk kabur bersama keluarganya pun harus dibayar mahal sejak tragedi yang menimpa Apple Inn tanggal 24 September, Dario harus kehilangan Ibu beserta istrinya. Sejak kejadian itu Dario bersama putrinya terus berjuang agar tidak menjadi korban keganasan para zombie. Pada tanggal 28 September, Ia bersama putrinya sepakat untuk mencoba kabur meninggalkan kota tanpa menunggu lagi, namun lagi-lagi situasi yang tidak mendukung membuatnya terpisah dari putrinya. Dario yang saat itu mengalami kemunduran mental akhirnya menolak ajakan Jill untuk meninggalkan Raccoon City, ia malah bersikeras untuk tidak kemana-mana dan akhirnya mengunci dirinya dalam sebuah kontainer, Jill yang tidak sanggup membujuknya akhirnya meninggalkan Dario sendirian.

Dario akhirnya tewas tak lama setelah ia keluar dari kontainer, saat itu kemungkinan Dario sedang mencari sesuatu di dalam ruangan warehouse, namun setelah berjalan menuju salah satu ruangan, beberapa zombie yang berada di tempat itu langsung menyerangnya, Ia pun tewas seketika.
Jill yang masih meneruskan perjalanannya tiba-tiba bertemu dengan Brad yang sedang dikepung oleh gerombolan zombie yang berada didalam Jack’s Bar, saat itu Brad yang sudah terinfeksi t-virus akibat terkena gigitan zombie merasa sudah tidak lagi memiliki harapan, Brad berkata kepada Jill untuk segera meninggalkan Raccoon City secepatnya, ia juga mengatakan bahwa semua anggota STARS yang terlibat dengan insiden Arklay regions sedang diburu oleh monster yang diciptakan Umbrella, Brad-pun mencoba memperingatkan Jill agar hati-hati dalam pelariannya. Setelah pembicaraan singkat, keduanya berpisah.
Jill akhirnya memutuskan untuk menuju RPD station sembari mencari informasi dan bantuan, tak lama sampai didepan pintu gerbang kepolisian, ia dikejutkan dengan kemunculan Brad yang sedang dikejar-kejar Nemesis. Jill yang gemetaran akhirnya tidak bisa berbuat apa-apa saat rekannya tewas ditangan monster tersebut. Bagi Nemesis satu mangsa STARS sudah dilumpuhkan, tinggal memburu mangsa berikutnya. Jill yang saat itu berhadapan satu lawan satu dengan Nemesis sadar kalau ia bukan tandingannya, alhasil Jill-pun dengan cepat mengecoh Nemesis dan langsung masuk ke dalam main hall gedung untuk mengunci pintu utama. Nemesis yang kecolongan saat sedang menyerang Jill akhirnya tidak bisa memasuki RPD station lewat pintu utama, ia juga sempat mencoba mendobrak pintu tersebut tetapi tidak berhasil. Untuk sementara ini Jill akhirnya terbebas dari kejaran Nemesis.

Didalam RPD station, Jill memutuskan untuk mencari anggota kepolisian yang masih selamat, ia berharap dengan adanya para anggota yang berada didalam gedung tersebut dapat membantu untuk melakukan evakuasi penduduk sipil serta bersama-sama meninggalkan Raccoon City. Namun sayang dengan sering berjalannya waktu Jill bahkan tidak menemukan satu-pun officer yang masih hidup, ia malah bertemu dengan zombie-zombie yang sudah menyebar diseluruh area ruangan RPD station. Sebenarnya Jill sempat bertemu dengan Marvin Branagh yang berada di office room dekat main hall, tetapi kondisi Marvin yang saat itu sedang tidak sadarkan-diri membuat Jill mengira bahwa ia telah tewas. Jill bergegas menuju ruangan STARS office yang berada di lantai 2, disana ia mencoba mengaktifkan radio-station untuk mencoba melakukan kontak dengan pihak luar yang masih bertahan, disaat sedang mencari-cari frekwensi gelombang radio, Jill menerima pesan suara dari seseorang yang bernama Carlos Oliviera, salah satu anggota UBCS dari Platoon Delta. Jill yang sadar akan adanya harapan diluar sana, berniat untuk meninggalkan RPD guna mencari orang-orang yang masih selamat. Ditengah perjalanan menuruni tangga lantai 2, Nemesis tiba-tiba muncul dihadapannya dengan cara memecah kaca ventilasi gedung, Jill yang terkejut melihat kedatangannya mau tak mau harus segera kabur agar tidak bernasib sama seperti rekannya. Kejar-kejaran-pun mulai terjadi antara sang pemburu dengan mangsa yang diburu, layaknya predator yang sedang mengincar targetnya, Nemesis mengejar Jill dari lantai 2 hingga menuju main hall RPD station yang berada di lantai 1, zombie-zombie yang sempat berkeliaran di dalam gedung RPD-pun tak luput dari terjangan Nemesis, namun lagi-lagi Jill berhasil meloloskan diri dari RPD station saat Nemesis masih berada didalam gedung.

Jill akhirnya bertemu Carlos disebuah restoran (Grill 13) dekan downtown district, Jill yang tidak mengira jika Carlos merupakan anggota sewaan Umbrella sempat terkejut dengan kehadirannya. Tak lama setelah berkenalan, mereka memutuskan untuk mencari jalan masing-masing, Carlos yang saat itu terpisah dari kesatuannya berniat kembali untuk mencari beberapa temannya yang sempat hilang, sedangkan Jill sendiri berniat membuka gerbang Raccoon City Hall yang berada di pusat kota.

Setelah membuka gerbang Raccoon City Hall, Jill kembali bertemu dengan Carlos di tram-car station yang tidak jauh dari downtown district, kali ini Carlos ditemani dengan kedua rekannya yaitu Nicholai Ginovaef dan Mikhail Victor. Ketiganya merencanakan untuk menggunakan tram-car untuk menuju area evakuasi yang sudah ditetapkan, tempat tersebut tidak lain adalah St. Michael Clock Tower. Sayang tram-car yang berada didalam station ternyata belum bisa berfungsi karena ada beberapa bagian perangkat belum terpasang, Jill dan Carlos akhirnya berbagi tugas untuk mencari beberapa perangkat tersebut. Dalam pencariannnya, Jill sempat mengunjungi beberapa tempat berbeda seperti Stagla Gas Station, Umbrella Sales Office dan Warehouse (tempat pertama kali ia bertemu dengan Dario). Jill juga kembali berhadapan dengan Nemesis saat berada di Gas Station, tetapi lagi-lagi Jill kembali berhasil meloloskan diri. Dilain tempat Carlos yang sedang mengunjungi Umbrella Sales Office, akhirnya bertemu dengan Murphy Seeker, seorang rekannya yang berasal dari Platoon Alpha, Murphy yang saat itu terluka akibat gigitan zombie mencoba bertahan selama sehari di Sales Office, ia yang sudah mulai hilang kesadaran, memohon kepada Carlos untuk segera membunuhnya, Carlos yang tidak mempunyai pilihan lain akhirnya menembakkan senjatanya ketubuh Murphy hingga tewas.

Saat keduanya berhasil mendapatkan peralatan yang dibutuhkan, Jill dan Carlos kembali ke tram-car station, namun ditengah perjalanan, Nicholai yang berada di station ternyata terjebak oleh sekumpulan zombie yang menyerbu masuk lewat luar area, ia-pun mencoba meloloskan diri dari kepungan makhluk-makhluk tersebut. Selang beberapa jam kemudian, Jill yang datang bersama Carlos akhirnya mencoba memperbaiki tram-car. Nicholai sejak awal menunggu distation sudah tidak berada disana lagi (kemungkinan ia kabur saat terjebak oleh sekumpulan zombie). Setalah tram-car berhasil diperbaiki, Jill, Carlos dan Mikhail akhirnya berangkat menuju St.Michael Clock Tower untuk menunggu evakuasi helikopter. Ditengah perjalanan kesialan-pun terjadi, Nemesis yang sudah mendeteksi keberadaan Jill di tram-car station, tiba-tiba menyerang sesaat tram-car mulai bergerak. Kali ini ketiganya benar-benar dalam posisi tersudut karena tidak ada celah untuk menghindar, Nemesis yang saat itu sudah bersiap-siap menghabisi Jill ternyata dihalangi oleh Mikhail, pertarungan satu lawan satu kembali terjadi, Mikhail yang terus mencoba memberondong dengan senjata M4A1-nya ternyata memang bukan tandingan Nemesis, bahkan monster tersebut semakin tidak terhentikan, hanya dengan sekali pukul saja Mikhail langsung terpental. Perlawanan Mikhail tidak berhenti sampai disitu saja, disaat-saat terakhirnya Mikhail berniat bunuh diri menggunakan hand-grenade untuk meledakkan dirinya bersama dengan Nemesis dan boom "Jadilah cococrunch" Nemesis pun terlempar keluar dari tram-car........Continued

"Jill Valentine and Umbrella Operation" Part 1

Singkat cerita, hampir semua masyarakat Raccon city sudah tercemar T-Virus,dengan sigap Umbrella pun langsung melancarkan First Operation nya. Untuk cerita yang lebih lanjut, baca artikel di bawah ini,
Check This out………………..

Tepat sore hari, unit UBCS mulai diturunkan diseluruh Raccoon City dengan menggunakan helikopter. 120 member yang berpartisipasi dalam operasi tersebut dibagi dalam 4 Platoon, masing-masing Platoon nantinya memiliki tugas yang berbeda-beda dalam setiap satuan operasi, diantaranya sebagai berikut :

Memonitor seluruh combat data yang didapat dari setiap aktivitas BOW yang berada di Raccon City.

Mengevakuasi para Staff dan Researcher Umbrella sesuai ketentuan instruksi.

Memusnahkan barang bukti, file serta laporan yang berhubungan dengan Umbrella Corporation jika data-data tersebut tidak berhasil diamankan.

Setiap unit UBCS dilengkapi dengan berbagai macam combat equipment sampai peralatan senjata berat untuk mendukung setiap operasi yang akan dilaksanakan. Dimulai dari persenjataan standard seperti M4A1, smg MP5, shotgun M3, PSG-1 hingga senjata anti tank peluncur roket AT4 dan granat MK3A2. Tak ketinggalan juga kendaraan lapangan HUMVEE yang sudah dilengkapi dengan senapan mesin kaliber 50.

2 jam setelah pendaratan, nampaknya unit-unit UBCS tidak begitu siap melawan kepungan zombie-zombie yang memenuhi kota, walau dengan menggunakan persenjataan lengkap banyak dari mereka malah jadi bulan-bulanan zombie, unit-unit yang ditugaskan untuk menetralisir kota tidak sanggup menekan secara represif, akhirnya dalam hitungan jam saja unit-unit UBCS langsung berjatuhan.
Dilain pihak squad-leader Platoon Delta Nicholai Ginovaef yang ditugaskan untuk memonitor aktivitas BOW yang berkeliaran di Raccon City (Operation Watchdog) mulai mengalami hambatan, unit-unitnya banyak yang tewas saat melakukan operasi, yang tersisa hanya tinggal Carlos Oliveira dan Leutenant Mikhail Victor.
Platoon Charlie dan Bravo mulai sibuk dengan war-survival, unitnya mulai terpecah-pecah saat terjebak dalam situasi sulit. Beberapa anggota Platoon Bravo dibawah kepemimpinan Tyrell Patrick mulai tunggang langgang demi menyelamatkan diri-sendiri.

Murphy Seeker salah satu dari Platoon Alpha terus berjuang menghabisi satu demi satu zombie yang berkeliaran dijalan, namun pertempuran bukanlah hal yang mudah jika dilakukan sendiri, alih-alih terdesak dengan berbagai macam makhluk yang mengincarnya, ia pun mencoba kabur menuju Raccoon Press Office sembari bertahan disana.
Diluar dugaan semua unit UBCS yang beroperasi mulai berkurang drastis, Yang tersisa tinggal Platoon Delta reserve squad yang nantinya ditugaskan untuk merebut sample darah Thanatos (Operation Emperor Mushroom) dan sebagian Charlie Platoon yang masih terjebak dalam pertempuran melawan zombie. Walau secara umum konsolidasi pasukan sudah tidak bisa dilakukan karena terputusnya kontak dengan pihak monitor (squad-leader), toh akhirnya setiap member harus bisa berjuang sendiri-sendiri demi menyelamatkan nyawanya masing-masing, bahkan mereka memanfaatkan situasi pengalihan penduduk sipil jika keadaan semakin memburuk, layaknya game survival di hutan belantara yang menggunakan apa saja serta dengan cara apa saja untuk terus bisa bertahan hidup.

RACCOON CITY INCIDENT - Desperation Moment

27 September, David Ford seorang anggota kepolisian RPD yang semakin mengalami tekanan mental terus menerus, mengungkapkan kondisi terakhir yang terjadi di RPD station dalam suatu surat. Chief Brian yang memberikan keputusan final agar seluruh anggota RPD untuk mempertahankan Raccon City membuat David dan rekan-rekannya mulai kehilangan harapan.
12 orang yang bertahan di kepolisian tewas saat sekumpulan zombie berhasil menembus barikade gedung, ditambah lagi kehadiran makhluk yang tidak dikenal sempat berkeliaran didalam ruangan kepolisian. David dan rekan-rekannya yang sempat melihat monster itu memanggilnya dengan sebutan “Licker”. Walau sempat takut dengan kehadirannya, para officers mau tak mau harus bertahan, mereka-pun harus siap berhadapan dengan monster tersebut.

Di lain tempat 2 orang UBCS yang terkatung-katung dijalanan Raccoon City mulai kehilangan harapan. Campbell beserta rekannya berniat untuk menuju St. Michael Clock Tower untuk menunggu evakuasi, namun jalan menuju tempat tersebut tidaklah mudah, mereka harus berjuang untuk lolos dari berbagai kepungan zombie dan makhluk-makhluk berbahaya lainnya. Dengan cara apapun harus mereka lakukan demi keselamatan diri mereka sendiri, seperti merampas persenjataan anggota UBCS yang terluka, menggunakan penduduk sipil sebagai umpan atau pengalihan, meninggalkan rekan yang tidak dapat diselamatkan, bahkan sampai memanfaatkan situasi sulit dengan mengorbankan pihak-pihak tertentu.
Dengan kondisi fisik yang mulai melemah serta persenjataan yang minim Campbell beserta rekannya berhasil sampai di gerbang area St. Michael Clock Tower, ditengah perjalanan, mereka sempat melihat seorang gadis yang selamat muncul didalam gedung. Gadis itu merupakan survivor terakhir disaat seluruh pengungsi yang berada dalam gedung Clock Tower tewas karena kecelakaan.

28 September

28 September, Raccoon City sudah diambang kehancuran, semua personel keamanan yang ditugaskan untuk menyelamatkan kota sudah tidak bisa diharapkan lagi, Raccoon General Hospital serta Raccoon Police Departement yang sempat berusaha mati-matian menjalankan tugasnya masing-masing kini sudah tidak lagi aktif. Jill yang sadar betul akan situasi tersebut akhirnya berniat untuk meninggalkan Raccoon City sebelum semuanya terlambat. Tanggal 28 September merupakan titik klimaks yang akan mengawali the final operation XX yang diperintahkan oleh Presiden Amerika Serikat pada tanggal 1 Oktober nantinya.

Dilain pihak Umbrella yang saat itu juga mulai gencar dengan final solution-nya setelah kedua tim sebelumnya gagal menjalankan tugas, berusaha memprioritaskan untuk menjaga kerahasiaan seluruh aset penelitian dan menutup semua informasi yang menimpa Raccoon City. Mereka tidak ingin tragedi Raccoon City nantinya merusak seluruh reputasi perusahaan, alhasil setelah melakukan rapat para petinggi, Spencer segera merintahkan seluruh unit yang bertanggung jawab untuk melaksanakan tugas extermination terhadap semua hal yang berhubungan dengan insiden Arklay region dan Raccoon City.
Unit-unit pemusnah seperti BOW Tyrant T-103 dan Tyrant T-02 (Nemesis) mulai disiapkan untuk nantinya diterjunkan dalam misi pembersihan terakhir. Tidak hanya itu saja, Umbrella juga mempersiapkan unit lain yang sudah ditraining secara khusus, mereka adalah anggota USS baru yang juga diterjunkan bersamaan dengan kedua unit pemusnah lainnya.
Pihak pemerintah nampaknya juga tidak ingin ketinggalan moment penting tersebut, usai setelah melakukan pertemuan dengan direktorat agen pemerintah serta FBI, Presiden segera memutuskan untuk membentuk tim investigasi guna mencari informasi serta barang bukti yang melibatkan Umbrella Corporation. Kemungkinan 2 hari sebelumnya pemerintah mendapatkan bocoran informasi mengenai G-virus serta deskripsi file tentang BOW dari salah satu anggota STARS Alpha Team.

US Special OPS akhirnya dibentuk menjelang kehancuran Raccoon City, mereka secara serentak ditugaskan pada tanggal 28-29 September bersamaan dengan unit-unit khusus Umbrella yang juga saat itu diterjunkan untuk menjalankan extermination.
BOW Tyrant (Nemesis) dikirim langsung menuju Raccoon City pada hari itu juga, monster ini bertugas untuk membasmi seluruh anggota STARS yang pernah terlibat insiden Arklay regions. Nemesis merupakan prototype BOW yang sangat sempurna, ia memiliki tingkat intelegensia yang tinggi, kecepatan serta kekuatan yang melampaui BOW lainnya. Monster ini juga patuh pada program, protokol yang dijalankan selalu sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Umbrella, Nemesis juga dapat menggunakan berbagai macam senjata berat (salah satunya rocket launcher) serta mempunyai daya resistansi yang hampir menyamai Lisa Trevor. Tak dipungkiri jika Nemesis merupakan monster pemburu nomor 1 di Resident Evil.

Korban pertamanya adalah Brad Vicker salah satu mantan anggota STARS, Brad yang saat itu memang sedang terjebak dalam situasi kota, berusaha untuk bersembunyi dari kejaran Nemesis, ia sempat tunggang-langgang di sekitar area RPD station gara-gara tak kunjung menemui jalan keluar. Kemungkina Brad sebelumnya merupakan salah satu anggota yang sempat bertahan di RPD station, namun setelah zombie-zombie dan makhluk lainnya berhasil menerobos barikade yang dibuat para officer, Brad memutuskan untuk kabur dari tempat tersebut. Sikapnya yang selalu kabur dari setiap masalah untuk saat ini memang berhasil, ia beberapa kali sempat lolos dari kejaran Nemesis ataupun kepungan para zombie-zombie yang berkeliaran. Namun ternyata keajaiban dewi fortuna tidak selalu mengikutinya, diakhir hidupnya, ia-pun mau tak mau harus mati ditangan Nemesis.........Continued

USS Alpha Team "MR.Death"



Tepat malam hari tanggal 22 September USS Alpha Team dibawah kepemimpinan Hunk mulai diturunkan menuju Underground Research Facility via jalur sewer dibawah kota. Misi mereka adalah untuk mengambil secara paksa semua t-virus beserta sample G-virus yang dibuat oleh William Birkin.
Unit ini merupakan satuan tugas yang dilatih secara khusus oleh Umbrella, tidak seperti unit UBCS yang digunakan sebagai pasukan (anti-BOW) para-militer dalam skala massal, USS merupakan agen keamanan Umbrella yang dilatih layaknya pasukan elit, seperti infiltrate, sabotase, assassination, special-ops dan tugas rahasia lainnya. USS Alpha team pun tidak hanya di beri mainan ecek ecek seperti Unit UBCS, mereka di beri mainan yang sangat canggih pada masanya.

Hunk dan timmnya berhasil memasuki Underground Research Facility tanpa diketahui pihak keamanan, dalam aksinya tim dibagi menjadi 2 grup, grup 1 bertugas mengambil sample sedangkan grup 2 bertugas menjaga jalur escape point. Grup 1 bergerak menuju laboratorium William dengan 2 unit member (salah satunya adalah Hunk) sebagai “sample taker”. William yang saat itu sudah menyelesaikan project G-virusnya tidak sadar kalau 2 unit USS yang berada dalam fasilitas sudah mengincarnya, alhasil dia-pun kaget saat Hunk beserta unitnya berhasil menerobos masuk ruang penelitiannya. William yang terkejut langsung mengambil handgun yang berada di meja dan menodongkannya ke Hunk. Saling todong senjata membuat suasana semakin runyam, Hunk yang meminta paket sample tersebut untuk diserahkan kepadanya malah tidak digubris William, ia pun masih ngotot untuk mempertahankannya, walau secara kondisi William dalam keadaan yang terjepit. Saking gemetarnya William tidak sengaja menyentuh sesuatu sehingga benda tersebut jatuh ke lantai. Panik mendengar benda yang terjatuh, rekan setim Hunk langsung memberondong William hingga tersungkur, Hunk yang tidak ingin terjadi kerusakan pada sample tersebut langsung menghentikan rekannya untuk tidak menembak. Setelah William tidak berdaya, mereka-pun berhasil mengambil paket virus dan segera meninggalkan ruangan lab.
Misi sudah terselesaikan, paket t-virus dan sample G-virus sudah ditangan USS Alpha Team, selanjutnya mereka tinggal bergerak menuju escape point untuk dijemput helikopter. Namun sayang ditengah perjalanan, hal tersebut tidak berjalan sesuai rencana, karena unit ini nantinya akan menjadi bulan-bulanan William Birkin.

William yang saat itu sekarat di ruangannya langsung didatangi oleh istrinya Anette Birkin yang tidak sengaja mendengar suara tembakan dari lab William, khawatir dengan kondisi suaminya yang makin memburuk, ia segera bergegas mencari pertolongan. Apa yang dilakukan Anette menjadi sia-sia, karena William sendiri sudah menginjeksi dirinya dengan sample G-virus. William-pun akhirnya bermutasi menjadi monster yang disebut G-type.

Tak lama kemudian, kepanikan mulai terjadi diruang Underground Research Facility, beberapa BOW Hunter yang digunakan sebagai obyek penelitian sempat terlepas dari sel dan mengamuk hampir diseluruh ruangan, tak ayal para pekerja dan researcher-pun banyak yang tewas karena amukannya. Kepanikan tersebut semakin menjadi-jadi ketika para researcher dan staff lainnya mengetahui jika William sudah menjadi monster dan berkeliaran di Underground Facility. Pembunuhan akhirnya terjadi hampir diseluruh ruangan fasilitas, beberapa pekerja dan researcher yang selamat berusaha mengaktifkan sistem temperatur ruangan untuk menghentikan BOW dengan cara mendinginkan suhu ruangan dibawah 0 derajat. Cara tersebut memang berhasil, sebagian besar BOW yang berada diluar area karantina berhasil dibekukan sehingga monster-menster tersebut tidak bisa bergerak. Namun William yang sudah keburu keluar dari ruangan fasilitas tidak sempat dicegah oleh sistem keamanan, alhasil William langsung memburu seluruh anggota USS Alpha Team yang sedang bergerak menuju sewer.

Anggota USS yang tidak sadar menjadi target buruan William tidak menduga jika mereka nantinya harus berhadapan dengan monster yang cukup kuat, apalagi USS bukanlah unit yang dilatih sebagai anti-BOW. Belum sampai setengah perjalanan menuju sewer Hunk dan timnya akhirnya terkejar oleh William, mereka yang terkejut dengan kehadiran monster tersebut secara tiba-tiba langsung melepaskan tembakan secara membabi-buta. Well, namun sayang sekali, ternyata senjata MP5 yang dipakai anggota Hunk bukanlah tandingannya, tembakan-tembakan itu bahkan tidak mampu melumpuhkan sama sekali. At least, William yang sudah diliputi kemarahan yang luar biasa akhirnya membantai satu demi satu anggota USS Alpha Team.
Setelah menghabisi beberapa anggota USS, William lalu menghancurkan paket t-virus yang sempat dicuri oleh mereka, sample-sample yang hancur berantakan tersebut akhirnya menginfeksi tikus-tikus yang nantinya menjadi penyebab penyebaran virus di Raccoon City.
Hunk yang akhirnya tidak sadarkan diri akibat terkena serangan William Birkin terpaksa terjebak di area sewer selama 8 hari, beberapa anggota USS yang menjaga escape point di jalur sewer-pun tewas ditangan William, operasi ini akhirnya dianggap gagal oleh Umbrella. Insiden sewer serta kekacauan di Underground Research Facility merupakan awal yang akan menjadi klimaks kehancuran Raccoon City, sementara masyarakat masih beraktivitas seperti biasanya, tikus-tikus yang sudah terinfeksi t-virus kini sudah menyebar memenuhi jalur-jalur pembuangan diseluruh bagian kota, bahkan frekwensi penyebaran virus sudah lebih cepat ketimbang saat virus masih menyebar di Arklay Mountains. Tak lama lagi Raccoon City-pun akhirnya tinggal menghitung hari............

Raccon City Virus OutBreak

Hari ini TS akan menceritakan seluk beluk akan kehancuran kota Raccon City, dimulai dari bagaimana virus bisa sampai ke Raccon city, sampai konfrontasi yang ada di Raccon City.
Check This Out…….



Beberapa minggu sejak kehancuran Umbrella Training Facility dan Arklay Mansion. Para anggota kepolisian RPD lainnya banyak yang ragu-ragu terhadap pernyataan Chris tentang kejadian incident di Arklay Mansion, mereka tidak langsung mempercayai semua cerita yang pernah dialaminya. Kesal dengan semua anggota RPD yang tidak mempercayai nya, Chris pun berencena menemui Brian Iron untuk menjelaskan semua yang dia alami. Sama seperti para anggota kepolisian RPD, Chief Brian pun tidak mempercayai apa yang di jelaskan Chris, bahkan dia menganggap Chris sudah tidak waras lagi. Chief Brian lantas menyalahkan para anggota S.T.A.R.S karena tidak Professional dalam menjalankan tugas yang berakibat tewasnya beberapa anggota dari mereka. Saat itu juga STARS dibubarkan keanggotaanya, mereka segera dipindah tugaskan sebagai polisi elit regular. Chris pun akhirnya menyadari bahwa Chief Brian Irons sendiri adalah orang penting dikepolisian yang berada dibawah kontrol Umbrella Corporation, bahkan ia menganggap seluruh kota Raccoon City sendiri sudah tenggelam dalam pengaruh Umbrella, maka tidak aneh jika semua pengalaman yang diceritakan Chris, Barry, Jill dan Rebecca semuanya dianggap kebohongan belaka atas dalih kegagalan mereka dalam menjalankan tugas yang mengakibatkan pemimpin serta anggota STARS lainnya tewas.

Dua hari berikutnya Jill menemui Chris di apartemennya untuk membahas tentang sesuatu informasi aneh yang membahas tentang suatu Virus, “G-Virus”. Chris sendiri mengatakan kepada Jill tentang niatannya untuk membongkar seluruh kejahatan perusahaan Umbrella. Jill pun mulai khawatir dengan rencana yang dibuat Chris namun ia belum berkomentar apapun tentang ajakannya untuk menjatuhkan perusahaan tersebut.
Dilain pihak lain Chief Brian Irons mengalami depresi berat gara-gara permintaan Umbrella yang semakin lama semakin tidak mungkin untuk direalisasikan, ia pun berencana menemui William Birkin di Underground Research Facility untuk mendiskusikan hal tersebut.

Chief Brian Irons memang dikenal sebagai polisi korup di Raccoon City, latar belakang dari seorang kriminal serta kelakuan yang menjurus kekerasan membuatnya menjadi polisi yang tidak disiplin, tapi karena ia bisa di bilang sebagai bawahan Umbrella, maka Brian Iron tetap menjabat sebagai ketua Polisi walaupun dengan kelakuan seperti itu. Umbrella sendiri memanfaatkannya sebagai tameng agar semua penelitian ilegalnya tidak tersentuh oleh hukum, sejak itulah Brian Irons diangkat sebagai kepala departemen kepolisian Raccoon City (RPD), otomatis dia dibawah pengawasan langsung Umbrella yang berbasis di Raccoon City, terutama William birkin yang paling banyak berjasa terhadapnya dalam urusan finansial dan jabatan. Catatan latar belakang kriminal Chief Brian nantinya dapat diketahui lewat fax yang dikirimkan oleh Chris Redfield kepada STARS office saat terjadinya Raccoon City incident.

Hal aneh pun mulai terjadi di pinggiran kota Raccon City, Masyarakat banyak yang melihat mahluk mahluk aneh berbentuk anjing berkeliaran di dekat hutan, Tidak hanya anjing, banyak juga pemburu pemburu di hutan melihat sosok aneh lainya. Takut akan hal tersebut, masyarakat lantas melaporkanya ke kepolisian terdekat. Namun anggota polisi yang menginvestigasi tentang laporan tersebut ternyata tidak menemukan petunjuk apapun. Memang para anggota polisi melihat banyak jejak kaki anjing di hutan, tapi polisi menyimpulkan bahwa itu hanya jejak kaki anjing hutan biasa dan akhirnya penyelidikan-pun dihentikan. Chris yang mengetahui laporan tersebut langsung menyimpulkan tentang keterlibatan Umbrella.

Tak lama setelah kejadian tersebut Chris bersama Barry akhirnya menemukan informasi tentang G-virus setelah beberapa hari menyelidiki aktivitas Umbrella yang berada di Raccoon City, puas dengan bukti tersebut, mereka-pun berencana untuk menuju Umbrella headquarters yang berpusat di Eropa. Sebelumnya Chris sempat menulis diary terakhir untuk adiknya Claire, sedangkan Barry berencana memindahkan seluruh keluarganya ke Kanada untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Jill yang saat itu mendengar rencana kepergian Chris dan Barry ke Eropa melalui surat, segera menyusun jadwal untuk bergabung menemui mereka pada bulan September.

Keadaan mulai memburuk pada bulan September, Raccoon Today mempublikasikan artikel tentang makhluk misterius yang mulai terlihat diluar area Arklay Mountains dan ditemukannya beberapa sekumpulan anjing liar dan burung gagak yang sering berkeliaran di dekat lembah sungai.
Sementara itu di Raccoon General Hospital mulai banyak dipenuhi oleh pasien yang terkena infeksi t-virus sejak kejadian Arklay Outbreaks. Pihak dokter dan perawat masih belum tahu menahu tentang infeksi tersebut, mereka hanya menyadari bahwa pasien tersebut terserang penyakit yang aneh. Untuk pertama kalinya Direktur rumah sakit Raccoon City mengungkapkan kekhawatirannya tentang penyakit tersebut, karena hampir semua pasien yang dirawat disana terserang penyakit yang sama, bahkan para dokter ahli sekaliber pun masih belum menemukan cara untuk menyembuhkannya.

Umbrella yang sudah mulai khawatir terhadap penyebaran virus di Raccoon City, mereka mulai mengkonsentrasikan sistem pengamanan sebagai antisipasi kemungkinan di lapangan, UBCS (Umbrella Biohazard Countermeasure Service) adalah salah satu aset pengamanan Umbrella yang mulai disiapkan jika terjadi hal-hal yang di ingingkan di Raccoon City, UBCS dibentuk sebagai unit para-militer yang dipelopori oleh seorang prajurit veteran berpangkat Colonel bernama Sergei Vladimir. Satuan ini nantinya diisi oleh anggota-anggota eks. Kriminal serta para pembunuh bayaran, diantara mereka terdapat juga anggota eks. Marinir atau veteran perang yang pernah terlibat kejahatan sipil. Sejak September UBCS mulai disiapkan secara penuh oleh Umbrella, konsolidasi dan pelatihan intensif mulai dilaksanakan secara serentak sebelum nantinya diturunkan pada tanggal 26 September di saat insiden Raccoon City.

Di lain pihak, Umbrella sudah mulai tidak tenang dengan sikap William Birkin yang mulai memberontak terhadap Perusahaan Umbrella, William Berfikir bahwa ia hanya di jadikan sapi perahaan saja tanpa mendapat hasil apa apa dari jerih payah nya dalam pembuatan Virus. Akhirnya William juga tidak mau lagi berurusan dengan Umbrella tentang temuan G-virusnya. Setelah sample G-virus selesai dikerjakan, secara pribadi William berniat menjualnya kepada pihak pemerintah dengan harga yang tinggi, ia tidak sudi memberikannya kepada Umbrella. Puncaknya Umbrella headquarters benar-benar berang saat William menolak secara terang-terangan hasil penelitian G-virusnya tidak akan diserahkan kepada mereka. Menganggap sample tersebut merupakan penemuan yang sangat berharga, Umbrella akhirnya berpikir tidak ada jalan lain selain mengambilnya secara paksa, dibawah komando Ozwell E. Spencer, USS Alpha Team dikirim untuk merebut sample G-virus dari tangan William Birkin, hal inilah yang nantinya memicu kehancuran seluruh Raccoon City.

Diminggu-minggu berikutnya Raccoon City sudah semakin memprihatinkan, Raccoon General Hospital mulai kewalahan dengan pasien yang terinfeksi t-virus, para pasien menunjukan kondisi fisik yang makin memburuk, secara umum Direktur sudah menginstruksikan kepada para dokter ahli untuk segera membuat obat penawarnya, alih-alih tak mampu mebuat obat penawar, malah para perawat dan sebagian pekerja juga terkena infeksi t-virus. Dilain tempat, masyarakat juga mulai khawatir tentang adanya kemunculan makhluk buas yang sering mencelakai penduduk sekitar Arklay regions yang berbatasan dengan Raccoon City. Pihak kepolisian yang mendapat laporan tersebut mulai menggalakan investigasi dan berbagai penyelidikan yang berhubungan dengan kasus-kasus pembunuhan misterius. Namun semua itu sudah terlambat, hampir seluruh kota sudah dikepung oleh penyebaran t-virus, kepolisian dan masyarakat yang masih belum menyadari hal tersebut masih tetap saja menjalankan aktivitas seperti hari-hari biasanya.

Alpha Team at "Arklay Mansion" Part II

Perjalanan Chris – Rebecca, dan Jill- Barry pun terus berlanjut, mereka berhadapan dengan mahluk mahluk genetic buatan Umbrella seperti Hunter, Crimson Collored Zombie, V-JOLT chemical Plant 42 dan monster monster genetic Umbrella lainya. Namun tidak tau karena beruntung atau memang ahli, mereka selalu berhasil mengalahkan semua monster ciptaan Umbrella

Sampai akhirnya mereka menemukan Ruangan Bawah tanah yang terhubung dengan Labolatoriun penelitian Umbrella. Chris dan Rebecca terkejut menemukan Enrico yang sudah bersimbah darah dan menanyakan kenapa itu semua bisa terjadi. Lalu Enrico menjelaskan bahwa ada salah seorang dari anggota S.T.A.R.S merupakan anggota Umbrella dan dalang dari semua ini. Saat ia akan memberitahukan Siapa orang nya, ia di tembak oleh Albert Wesker, dimana Chris tidak mengetahui hal tersebut. Lalu mereka pun meninggalkan mayat Enrico dan melanjutkan pencarian.



Sampai suatu saat mereka tiba di Ruang tempat penelitian Umbrella dalam perjalanannya Chris dan Rebecca akhirnya sampai di Research Facility. Disana mereka menemukan semua informasi tentang data-data eksperimen serta sample penelitian monster-monster yang pernah menjadi lawan mereka saat di mansion, mereka akhirnya mengerti bahwa dibalik semua tragedi ini disebabkan oleh Umbrella. Disaat tengah menyelidiki laboratorium tersebut, Wesker tiba-tiba muncul dihadapan mereka, Chris dan Rebecca semula tidak mencurigai Wesker, berusaha meyakinkan rekannya untuk bersama-sama mencari tahu pelaku yang menjadi dalang dari insiden tersebut. Lalu secara mengejutkan Wesker langsung mengakui kepada Chris dan Rebecca bahwa dialah yang menjadi otak perencanaan insiden yang melibatkan STARS member, Wesker juga mengakui bahwa ia adalah mantan researcher yang pernah ditempatkan di Management Training Facility untuk membantu penelitian senjata biologi dan pengembangan virus yang sedang menyebar di arklay regions saat ini. Chris dan Rebecca langsung terkejut mendengar semua pengakuan Wesker. Wesker-pun langsung menembak Rebecca yang saat itu sedang lengah.

Chris segera memulai konfrontasi langsung terhadap Wesker, namun Wesker tidak tinggal diam, ia segera membuka kode untuk mengaktifkan BOW yang disebut Tyrant untuk melawan Chris. Sesaat sebelum Tyrant melawan Chris, Wesker yang sudah menyuntikan dirinya sendiri dengan virus baru buatan William Birkin membiarkan ia diserang oleh Tyrant dan membiarkan dirinya sendiri mati. Sebenar nya virus buatan William ini adalah virus tersukses yang pernah ia buat, karena virus ini mempunyai efek mati “Sementara”. Dan jika dapat selamat dari efek mati sementaranya itu, Wesker akan mendapatkan kembali kehidupanya dengan kekuatan Manusia Super seperti yang ia idam idamkan.Setelah melihat wesker di habisi oleh Tyrant, Chris yang juga sedang berada dalam ruangan mau tak mau ia harus melumpuhkan monster tersebut. Pertarungan sengit pun akhirnya kembali terjadi antara Chris melawan Tyrant. Modal utama pengalaman yang pernah ia dapat, menjadikannya mampu mengimbangi kekuatan Tyrant. Diakhir pertarungan Chris pun mampu melumpuhkan monster tersebut.



Di tempat yang berbeda, Rebecca yang sadar setelah pingsan ditembak Wesker berusaha mengaktifkan timer self-destruct untuk menghancurkan fasilitas tersebut. Sedangkan Chris berusaha fokus untuk mencari Jill. Setelah menjelajah area tersebut, Chris akhirnya menemukan Jill yang sedang terkurung didalam sel tahanan setelah tertangkap oleh Wesker. Barry sendiri sebelumnya sempat mengatakan kepada Jill untuk kabur menuju atap gedung setelah semua masalah ini berakhir. Mendengar saran yang pernah dikatakan olehnya, Chris, Jill dan Rebecca sepakat untuk meninggalkan gedung Research Facility menuju atap gedung sambil menunggu helikopter Brad datang menjemput. Rebecca langsung menyusul Chris dan Jill menuju atap setelah selesai memprogram ulang self-destruct system. Dilain tempat, Wesker yang tadi terkena efek mati sementara karena Virus baru William akhirnya menunjukan hasil yang sangat luar biasa. Luka sobek di perutnya yang di akibatkan terkena serangan Tyrant yang tadinya terbuka lebar, sedikit demi sedikit lukanya langsung tertutup dan sembuh secara total .

Wesker yang menyadari bahwa Research Facility akan meledak dalam waktu dekat, segera kabur melewati jalan utama menuju mansion. Tetapi sayang sebelum dia dapat berhasil keluar dari mansion, Lisa Trevor sudah menunggunya disana. Pertempuran pun tidak dapat di hindari, Wesker terus menembaki Lisa tetapi tidak terlihat ada pengaruh sedikitpun terhadap Lisa dari tembakan nya itu. Sadar akan hal itu, ia membuat taktik untuk mengalahkan Lisa. Singkat Cerita Wesker yang merasa tersudut dalam pertarungan mencoba mencari celah untuk memanfaatkan ruangan sekitar. Alhasil Wesker berhasil menjebak Lisa dengan membuatnya tertimpa chandelier yang berada ditengah ruangan. Lisa tidak bisa bergerak karena besar nya chandelier itu. Wesker pun kabur meninggalkan mansion tersebut.

Di lain pihak, Chris, Jill dan Rebecca yang sudah berada di atap gedung, terkejut melihat Tyrant yang Chris sangka sudah mati, yang ternyata masih mengejar mereka. Tidak bisa berbuat apa selain menunggu merekapun berusaha menahan amukan Tyrant disaat Brad mencoba mendaratkan helikopternya di atap gedung. Karena Monster itu tidak kunjung mati oleh serangan senjata ringan, Brad akhirnya mencoba menjatuhkan Rocket Launcher ke tangan Chris, dan Chris pun menembakan Rocket Launcher itu ke Tyrant,…..”Dengan adegan sinema yang di ulang ulang ala film Dendam Nyi Pelet, akhirnya Monster itu Hancur berkeping keeping” Lebay amat

namun keadaan yang tidak cukup aman membuat Brad tidak bisa mendaratkan helikopternya, mereka bertiga yang sudah mengerti serangan Tyrant tidak cukup berhasil untuk melumpuhkan makhluk tersebut untuk kedua kalinya. Brad akhirnya mencoba menjatuhkan Rocket Launcher ke tangan Chris, Chris langsung menghajar Tyrant itu dengan senjatanya, dan !!BUM!! ”Dengan adegan sinema yang di ulang ulang ala film Dendam Nyi Pelet, akhirnya Monster itu Hancur berkeping keeping” Lebay amat

Brad lalu berhasil mendaratkan helikopter di atap gedung, tak disangka Chris, Jill dan Rebecca-pun terkejut melihat Barry sudah berada di helikopter, Barry lalu mengulurkan tangan dan mengucapkan selamat kepada rekan-rekannya. Mereka semua berhasil kabur dari Research Facility sebelum tempat tersebut meledak.

Setelah melihat kalau situasi telah aman, Brad brehasil mendaratkan helicopter nya di atap gedung, tak disangka Chris, Jill dan Rebecca-pun terkejut melihat Barry sudah berada di helikopter, Barry lalu mengulurkan tangan dan mengucapkan selamat kepada rekan-rekannya. Dan akhirnya BooMMM “Jadilah Chococrunch” hhehe, Dan akhirnya BooMMM hancurlah Arklay mansion tersebut sesaat setelah mereka berhasil meninggal kan nya.
Anggota team yang selamat dari Arklay Insident adalah Chirss Redfield, Jill Valentine, Rebecca Chamber, Barry Burton, Brad Vickers.

Kembali ke Wesker, Diluar area Raccoon forest ia melihat ledakan yang menghancurkan seluruh fasilitas serta mansion sembari mengagumi kekuatan tubuhnya yang berhasil menghindarkannya dari kematian tanpa harus bermutasi menjadi monster. Wesker sangat senang dengan kemampuan baru yang dimilikinya, kekuatanya itu membuat daya regenerasi, Kelincahan dan kekuatan Wesker melebihi manusia normal. Dan nantinya Weskerlah yang berencana memusnahkan seluruh Perusahaan Umbrella serta anggota STARS yang selamat dengan menggunakan kekuatan barunya.



Sekian dulu cerita tentang Alpha Team dari TS, tunggu saja kelanjutan cerita Leon S. Keneddy di Raccon City. Jadi untuk Leon Lovers, pantau terus Thread ini yah, dan jangan lupa untuj memberikan Comment yang bermutu.

Alpha Team at "Arklay Mansion" Part I

Kejadian ini berlangsung satu hari setelah Komando pusat RPD, kehilangan kontak dengan anggota Bravo team S.T.A.R.S, Ketua Alpha Team Albert Wesker mengajukan diri untuk mengirim team nya S.T.A.R.S Alpha Team untuk mencari keberadaan anggota Bravo Team yang hilang. Sebenarnya ini semua hanya akal – akalan Wesker saja untuk memancing para anggota S.T.A.R.S untuk masuk ke Arklay Mansion agar bisa di jadikan Subject Test untuk mengetahui kemampuan B.O.W yang di miliki Umbrella.
S.T.A.R.S Alpha Team beranggotakan 6 orang, mereka adalah Chris Redfield, Jill Valentine, Barry Burton, Joseph Frost, Brad Vicker, dan Albert Wesker sebagai ketua.


Quote:


Kiri ke kanan bawah : Richard Aiken, Enrico Marini, Chris Redfield, Jill Valentine, Joseph Frost
Kiri ke kanan atas : Kevin Dooley, Forest Speyer, Kenneth Sullivan, Edward Dewey, Albert Wesker, Barry Burton, Brad Vickers
24 July 1998 pada malam hari, mereka di berangkatkan ke Raccon Forest menggunakan Helikopter. Di tengah – tengah perjalanan, Jill Valentine melihat helicopter Bravo Team yang sudah terdampar di Raccon Forest. Mengetahui akan hal tersebut, Wesker sang kapten Team menyuruh Brad Vicker untuk mendaratkan helicopter nya agar bisa melakukan investigasi lebih dekat. Joseph Frost memulai investigasi nya kedalam bangkai heli tersebut, dan ternyata sang pilot STARS Bravo Team Kevin Doodley di temukan mati mengenaskan di dalam heli. Kaget akan hal itu, Joseph Frost lari keluar dari helicopter tersebut. Tapi naas, di luar helicopter sudah ada Cerberus yang menunggunya. Joseph yang ketakutan mencoba melawan dengan tembakan, tapi karena kalah jumlah Joseph yang malang menjadi hidangan makan malam Cerberus disitu.

Selesai memakan Joseph, Jill yang saat itu tebengong melihat rekan nya di makan hidup hidup oleh anjing, menjadi sasaran Cerberus selanjutnya. Beruntung, sesaat sebelum anjing itu berhasil menerkam nya, Chris Redfield menyelamatkan Jill dengan menggunakan Beretta nya. Dengan anggota team yang tersisa, mereka berlari menghindar dari serangan Cerberus ke arah Helikopter. Tetapi Belum setengah jalan mereka mencapai Landing Zone, Brad yang panik menghidupkan mesin Helikopter dan kabur meninggalkan mereka. Karena tidak dapat melakukan apa – apa selain lari, mereka meneruskan pelarian mereka kea rah yang lebih aman. Di tengah tengah pengejaran itu, Wesker melihat sebuah Mansion Besar dan menyuruh seluruh anggota team untuk masuk dan bertahan disana, “Mansion itu tidak lain dan tidak bukan adalah Spencer Estate a.k.a Arklay Mansion”.

Di dalam Mansion, Jill sadar kalau Barry menghilang, saat itu juga ia langsung bergegas keluar dari mansion untuk mencari Barry tapi sayang, Wesker dengan sigap langsung mencegah Jill karena terlalu berbahaya jika keluar dari mansion sekarang. Tidak lama kemudian, terdengar suara tembakan dari ruang sebelah. Chris mengajukan diri untuk memeriksanya, karena dia pikir siapa tau itu adalah tembakan dari Barry. Setelah menyelidiki tempat itu, ia melihat ceceran darah di dekat perapian tentu dia bingung dan berharap kalau itu bukan darah Barry. Sadar dengan keanehan yang ada di Mansion tersebut, ia pun melanjutkan investigasi. Ia memasuki ruang lain dan waaww…!! Salah satu anggota Bravo Team Kenneth Sullivan terlihat sedang di makan oleh seorang pria, (Chris tidak mengetahui jika pria itu adalah Zombie yang sudah tertular T-Virus). Zombie yang tadi nya sedang asik makan malam bersama Kenneth terganggu oleh kedatangan Chris dan akhirnya mencoba menyerang Chris. Dia kocar kacir ketakutan karena senjatanya jatuh waktu di luar mansion tadi dan lari menuju tempat Wesker berada. Namun ternyata, Wesker dan anggota team lain nya menghilang. Dia hanya menemukan Beretta milik Jill Valentine.
Dengan senjata kepunyaan Jill, ia bertekat untuk mencari semua anggota STARS yang hilang dan menjelajahi semua ruangan di dalam Mansion tersebut. Di setiap ruangan Chris selalu bertemu dengan monster B.O.W milik Umbrella tapi karena keahlian nya terhadap senjata dan pertarungan jarak dekat, ia dengan mudah mengalahkan monster monster itu. Suatu ketika, Chris bertemu dengan teman sekantor nya yang juga merupakan anggota S.T.A.R.S Forest Speyer. Tapi naas, Forest ternyata sudah mati akibat di serang oleh Monster monster disitu. Saat Chris ingin mencoba mengecek mayat Forest, tiba-tiba Mayat Forest bergerak dan mulai menyerang Chris, dengan segan ia pun membunuh Forest menggunakan Beretta Jill dan Akhirnya Forest meninggal dengan tenang.

Di lain tempat, Jill yang berpisah dengan anggota yang lain menemukan senjata Shotgun yang di gantungkan. Setelah mengambil senjata tersebut dia pun keluar dengan niat untuk melakukan pencarian terhadap anggota lain. Tetapi sebelum sempat keluar dari ruangan tersebut, atap ruangan nya sedikit demi sedikit mulai jatuh dan akan segera menimpa Jill. Di luar ruangan, Barry yang mendengar teriakan Jill di dalam ruangan mencoba untuk membebaskan Jill. Barry akhirnya berhasil mengeluarkan Jill dan Jill pun selamat. Setelah membebaskan Jill, Barry memutuskan untuk berpencar lagi agar lebih memudahkan pencarian anggota team yang lain, dan Jill pun setuju.

Kembali ke Chris, di perjalanan ia bertemu dengan Anggota Bravo team Richard aiken dan Rebecca Chamber yang sedang mengobati Richard karena ia terluka parah. Rebecca lalu menceritakan apa yang terjadi dengan Richard sehingga ia bisa terluka parah seperti ini. Dan ternyata Richard terluka karena serangan ular besar. Rebecca memberitahu Chris bahwa ia membutuhkan serum secepat nya, karena jika tidak, nyawa Richard akan melayang.



Tidak mau akan hal itu terjadi, Chris kembali mejelajahi Mansion dan beruntung, ia akhirnya dapat menemukan Serum itu. Dengan cepat Chris kembali menuju ruangan dimana Richard Aiken dan Rebecca Chamber berada. Lalu Rebecca langsung memberikan serum itu dan akhirnya Richard kembali pulih. Tetapi ular yang menyerang Richard datang kembali dan mencoba menyerang Chris dan Rebecca, tidak mau hal itu terjadi, Richard mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan mereka berdua. Akhirnya Rebecca dan Chris selamat.

Sementara Jill sedang terus melakukan penjelajahan terhadap mansion tersebut, guna untuk mencari anggota anggota nya yang hilang. Di perjalanan dia melihat sebuah pintu yang di atas nya tertulis “Room .002”. Diluar ruangan itu, jill medengar Barry sedang melakukan percakapan dengan seseorang yang tidak di ketahui siapa. (Barry di beritahu oleh Albert Wesker untuk membatu rencana nya untuk membunuh semua anggota S.T.A.R.S yang tersisa. Barry di ancam jika tidak mau melakukan nya, Keluarganya akan di bunuh. Takut akan hal itu, Barry pun meng ia kan keinginan Wesker , dan Wesker keluar dari ruangan itu menggunakan tangga rahasia disitu). Setelah Jill mendengar semua percakapan Barry, ia masuk dan menanyakan akan kebenaran hal itu. Barry mengaku bahwa ia disuruh Wesker untuk membunuh semua Anggota S.T.A.R.S. Tapi jill menenangkan dan meyakinkan Barry bahwa gertakan Wesker hanyalah omong kosong belaka, ia menganggap semua yang dikatakan Wesker hanyalah manipulasi agar semua anggota terjebak dalam rencananya. Barry pun sadar dan mengerti bahwa yang dikatakan Jill adalah benar, diakhir pembicaraan mereka berdua akhirnya sepakat untuk kembali melanjutkan pencarian.

Bravo Team "Umbrella Facility" Part II

Rebecca lama kelamaan semakin penasaran dengan kisah pembunuhan Billy karena mana mungkin orang sebaik dia membunuh 23 orang secara sadis. Dengan segan, ia pun bertanya kepada Billy tentang kasus pembunuhan nya itu, lalu Billy pun ? berceritr />
“Ini semua berawal ketika Billydi tugaskan ke daerah terpencil di afrika untuk menemukan pasukan yang di anggap kejam dan tidak berperikemanusiaan disana. Di perjalanan menuju lokasi pertemuan, team nya di serang dan banyak yang terbunuh. Hingga tinggal tersisa 4 orang dari team. Team Billy tidak tau siapa yang menyerang karena tidak terlihat sama sekali mahluk yang menyerang team nya ini. Setelah sampai di lokasi pertemuan ternyata kami mendapatkan informasi yang salah, disana hanya ada desa terpencil yang tidak terlihat adanya bahaya sedikitpun. Karena Leader team kami tidak mau pulang dengan tangan hampa, Kapten menyuruh team ku untuk membunuh semua warga disitu agar jika team ku pulang kapten bisa melaporkan kegiatan nya tanpa tangan yang hampa. Tapi Billy tidak mau melakukan hal tersebut sampai akhirnya kapten sendiri lah yang akan membunuh orang orang itu. Karena tidak tega melihat orang orang itu akan dibunuh, billy pun menyerang kapten, tetapi kapten balik menyerang dengan menggunakan senjatanya , Billy pun tersungkur.” Itulah kejadian mengapa Billy di tangkap dan akan di eksekusi mati oleh pemerintah. (Ternyata Billy hanya di Fitnah saja)
Setelah chitchat nya selesai, mereka meneruskan investigasi mereka. Di perjalanan mereka selalu menemukan file file tentang Umbrella dan bahkan mereka menemukan file penting tentang Albert Wesker Ketua Alfa Team S.T.A.R.S. Rebecca pun kaget akan hal itu.

Singkat cerita, di akhir perjalanan mereka, Rebecca dan Billy bertemu dengan James Marcus yang berniat membalas dendam kepada Umbrella, Marcus menceritakan semua tentang dirinya dan kejadian pembunuhan terhadap dirinya oleh dua orang kesayangan nya William Birkin dan Albert Wesker. Rebecca yang masih belum tahu seluk beluk tentang Umbrella kini semakin mengerti, ia pun merencanakan untuk mempublikasikan kejadian ini ke masyarakat luas.Takut hal tersebut terjadi James Marcus dan lintah lintah genetic nya berniat menghabisi Rebecca serta Billy, pertarungan-pun dimulai. Marcus yang sudah bersatu dengan lintah ciptaannya berusaha menghabisi Rebecca, secara teknis ia pun sulit dikalahkan hanya dengan seorang rookie serta eks.marinir yang tidak berpengalaman melawan monster genetik. Tapi setelah pertarungan sengit yang cukup lama akhir nya James Marcus pun mati. Segeralah Rebecca dan Billy mencara jalan keluar dengan menggunakan lift. Di lift tersebut mereka mendengar kalau Umbrella Training Facility akan segera di hancurkan (TS kurang mengetahui siapa yang men set Boom tersebut, tapi disinyalir William Birkin lah yang menset nya) . Dan sial nya James Marcus yang mereka kira sudah mati, ternyata dia ber evolusi menjadi monster B.O.W yang lebih besar. Mereka pun terus di kejar kejar oleh Mahluk tersebut. Dilain pihak Albert Wesker sendiri memanfaatkan kesempatan ini untuk merekam data-data BOW yang digunakan untuk melawan STARS Bravo Team. Sejak awal Wesker memang sudah berencana menjadikan anggota STARS sebagai project data untuk melawan BOW serta monster-monster lainnya, maka disaat kejadian yang menimpa Arklay regions sudah mulai meresahkan, ditunjuklah STARS Bravo Team untuk dijadikan bahan percobaan survival.

Kembali ke Rebecca….Sampai di suatu ruangan besar, ketika tidak ada jalan keluar lagi untuk mereka alias mereka terjebak oleh monster B.O.W yang ganas, Rebecca melihat kalau monster tersebut terlihat kesakitan jika terkena sinar matahari. Lalu mereka pun menyusun taktik untuk membunuh monster tersebut. Rebecca bertugas membuka jendela yang sangat besar yang di atur oleh tuas, sedangkan billy bertugas untuk memancing monster agar tidak menyerang Rebecca. Pertarungan sengit pun di mulai kembali. Sampai suatu saat, jendela itu terbuka dan membuat monster itu mati kepanasan.



Lalu mereka mulai sadar kalau Mansion tersebut akan segera di hancurkan. Bergegaslah mereka keluar dari Mansion tersebut, dan BOOMMM….!! “Jadilah ChocoCrunch”, ( haha, cuman joke aja ko gan, soalnya TS ngeliat agan sista bacanya serius amat ) dan BOOMMM….!! Hancurlah “Umbrella Training Racility” Tersebut.

Diluar Mansion, setelah terbebas dari mimpi buruk. ,Rebecca secara diam-diam mencuri dog-tag milik Billy sebagai tanda kebebasannya, dan berpikir kalau Billy adalah orang yang sudah tidak ada (Karena ia dijadwalkan di Hukum Mati hari itu) Lalu Billy mengucapkan terima kasih kepadanya, ia memberikan salam Hormat kepada gadis pemberani itu. (No Love, No Hug, No Kiss at all, hahaha.)
Akhirnya Rebecca dan billy berpisah, Billy pergi dan tidak pernah di temukan lagi sampai saat ini, sedangkan Rebecca masuk ke Mansion yang pernah di ceritakan oleh kapten nya Enrico, “Bagi Rebecca ini adalah awal dari mimpi buruk yang akan di jalaninya kelak” ( Mansion Tersebut adalah Spencer Estate a.k.a Arklay Mansion. )

Sekian cerita tentang Bravo team di Umbrella Training Facility, yang selanjut nya akan berlanjut di “Alpa Team at Arklay Mansion”. So, tunggu aja Update tan nya.